“Ketika alat bantu tidak terintegrasi, kesenjangan komunikasi bisa muncul yang menyebabkan misinformasi dan terhambatnya kemajuan,” ujar Guistolise.
Dengan menghubungkan platform khusus untuk manajemen proyek, komunikasi, dan kolaborasi visual, tim dapat merampingkan alur kerja, serta memastikan bahwa diskusi, keputusan, dan langkah selanjutnya ada di satu tempat.
- Tindak lanjuti dengan sebuah tujuan
Guistolise menegaskan, “Memang lebih mudah menunggu hingga seseorang tersedia untuk merespons, tetapi ini dapat menjadi bumerang dan menyebabkan penundaan.”
Jadi, langkah yang terbaik adalah bersikap proaktif dan terarah dalam berkomunikasi untuk menjaga agar pekerjaan tetap berjalan.
Saat mengirimkan pesan kepada rekan kerja atau seluruh tim, lakukan pendekatan yang lebih terarah. Berikan konteks, jelaskan langkah selanjutnya, dan jelaskan mengapa tugas tersebut penting.
Cara ini akan membantu orang yang mendapatkan pesan dengan cepat memahami apa yang dibutuhkan dan bagaimana melangkah maju.
Baca Juga: Waduh, Studi Terbaru Mengungkap bahwa AI Bisa Bikin Kita Makin Bodoh Kalau....
- Fasilitasi dialog terbuka
Guistolise mengakui, ketika pesan tidak dijawab, mudah untuk mengambil kesimpulan atau mengasumsikan yang terburuk.
Untuk itu, ia menganjurkan agar kamu mempertimbangkan untuk menjadwalkan percakapan empat mata yang singkat dan informal dengan orang tersebut untuk menyampaikan masalah secara langsung.
Ia percaya bahwa cara tersebut akan membantu kamu memahami “mengapa” rekan kerja melakukan ghosting.
Jika ghosting menjadi masalah yang berulang di seluruh tim, mungkin inilah saatnya untuk melakukan diskusi yang lebih mendalam.
“Petakan secara visual faktor-faktor yang berkontribusi pada masalah ini sehingga semua orang dapat melihat gambaran yang lebih besar dan mendorong rasa tanggung jawab bersama untuk meningkatkan komunikasi,” sarannya. (Elga Windasari)