kubikel

Ada Dampak Kognitif yang Terjadi Jika Kewalahan dengan Pekerjaan, Saatnya Ambil Cuti dan Liburan!

Sabtu, 8 Maret 2025 | 13:36 WIB
llustrasi: Untuk setiap tambahan 10 jam waktu liburan yang diambil karyawan, kinerja akhir tahun mereka meningkat 8%. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Semua orang butuh liburan, termasuk karyawan. Namun belum banyak yang menyadari bahwa berlibur memiliki dampak yang sangat penting bagi pikiran.

Banyak yang menganggap liburan hanya sekadar jalan-jalan, pergi ke tempat baru, foto-foto, makan-makan, dan bersenang-senang. Namun, inti liburan lebih dari itu.

Dampak kognitif ketika kamu merasa kewalahan dengan pekerjaan yang dilakukan adalah kelelahan kognitif, kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan kemampuan memecahkan masalah terganggu.

Baca Juga: Karyawan yang Berlibur Kurang dari Sekali tiap 6 Tahun Lebih Berisiko Mengalami Masalah Jantung

Dengan berlibur, kamu jadi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk istirahat dan tidur yang lebih baik, baik secara kuantitas maupun kualitas. Ini dapat membantu mengistirahatkan pikiran agar bisa kembali berpikir lebih jernih.

Penelitian juga menunjukkan, hanya dengan berjalan-jalan, bahkan dengan menggunakan treadmill, sudah bisa secara signifikan meningkatkan kreativitas.

Meningkatkan suasana hati

Memiliki waktu liburan—atau bahkan hanya merencanakannya—ternyata juga dapat meningkatkan suasana hati.

Ini karena saat sibuk bekerja, kamu akan memiliki banyak "utang tidur" yang bisa membuat stres dan kecemasan terkait pekerjaan.

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan suasana hati negatif, seperti kesedihan, kemarahan, frustrasi, dan mudah marah, yang bisa menyebabkan kamu lebih sulit tidur.

Baca Juga: Healing di Tempat yang Tepat Bisa Membantu Menemukan Passion Kamu yang Sebenarnya

Dalam jangka panjang, kurang tidur tersebut dapat meningkatkan risiko demensia. Dengan beribur, ini menjadi kesempatan untuk mengurangi atau menghilangkan defisit tidur tersebut.

Menurut American Psychological Association, tidur lebih banyak 60 – 90 menit per malam dapat meningkatkan memori dan konsentrasi.

Liburan juga memungkinkan kamu mengatur ulang pola tidur yang dapat meningkatkan suasana hati dan kognisi setelah liburan.

Selain itu, Mind-Body Center di Departemen Psikiatri Universitas Pittsburgh juga mengatakan bahwa berlibur meningkatkan emosi positif dan mengurangi depresi.

Halaman:

Tags

Terkini