- Pertanyakan budaya “terlalu baik” ini
Coba tanyakan pada diri sendiri: Apakah semua orang di sekitar kamu menikmati budaya yang “terlalu baik” ini atau melakukannya hanya karena orang lain melakukannya?
Jika tidak ada yang secara eksplisit mempertanyakan perilaku ini, hasilnya adalah "ketidaktahuan pluralistik" atau asumsi semua orang bahwa bahwa orang lain melakukannya karena menginginkannya.
Jika sebenarnya tidak ada yang menyukai budaya ini, mulai mencoba melakukan perubahan. Salah satu caranya adalah dengan mengusulkan alternatif.
Misalnya, sebelum presentasi kamu bisa bertanya, "Bagaimana kalau mulai saat ini kita menuliskan tiga hal spesifik yang dapat ditingkatkan dan dibuang di akhir presentasi?"
Dengan begitu, kamu secara tidak langsung mengajak semua orang untuk berpendapat, tanpa perlu merasa takut membuat orang lain tidak nyaman.
Baca Juga: Dampak Negatif Jadi People Pleaser di Tempat Kerja dan Cara Menghentikannya!
- Katakan secara spesifik
Wajar jika kamu membuat asumsi. Misalnya, menganggap rekan kerja yang sering terlambat sebagai pemalas. Namun, itulah yang harus dihindari.
Berusahalah untuk memberikan pendapat yang secara spesifik menunjukkan masalahnya. Misalnya, saat harus bicara dengan rekan kerja yang terlambat ini, beritahukan secara jelas apa dampak dari perilakunya tersebut terhadap pekerjaan dia dan timnya.
- Mulailah dari yang kecil dan netral
Beralih dari budaya “terlalu baik” ke budaya yang jujur bisa terasa menakutkan.
Jadi, mulailah dari masalah kecil, tetapi masih dipedulikan orang, seperti apa yang harus disimpan di dapur kantor. Tujuannya adalah untuk membangun feedback yang jujur, tanpa perlu merasa harus menyenangkan orang lain.
Dari sana, kamu bisa mulai mengubah ke hal-hal yang lebih sulit yang selama butuh effort lebih untuk melakukannya. ***