Seorang manajer yang mempercayai dan menghargai feedback dari karyawannya dapat meningkatkan motivasi karyawannya, yang berkontribusi pada kesuksesan tim.
- Memiliki perspektif yang beragam
Mendorong feedback dari semua karyawan mendorong keragaman pemikiran.
Ini karena anggota tim di berbagai tingkatan dan dari berbagai latar belakang dapat memberikan wawasan unik tentang gaya manajemen dan dinamika tim.
Dengan mendorong feedback yang terbuka dan jujur dari semua orang di perusahaan, budaya ini menjadi salah satu cara yang membantu manajer memahami gaya kepemimpinannya dari sudut pandang karyawan.
Proses ini tidak hanya mendukung anggota tim, tetapi juga membantu para manajer berkembang secara profesional.
Baca Juga: Beban Kerja Meningkat, Pemimpin Tak Punya Waktu Menanggapi Feedback dari Karyawan. Ini Dampaknya!
- Peningkatan produktivitas
Karyawan yang terlibat adalah karyawan yang produktif.
Studi Gallup terhadap lebih dari 500 tim menemukan bahwa tim dengan manajer yang menerima feedback menunjukkan produktivitas 12,5% lebih besar daripada tim dengan manajer yang tidak menerimanya.
Feedback ke atas dapat menciptakan rasa kolaborasi, kontribusi, dan kepemilikan dalam kesuksesan sebuah tim.
Karena komunikasi dan konstruktif sangat penting untuk kinerja yang tinggi, masukan dari karyawan yang ditanggapi dengan serius dapat digunakan agar lebih sukses.
- Peningkatan retensi
Manajemen yang buruk adalah salah satu alasan utama karyawan meninggalkan pekerjaan.
Studi menunjukkan bahwa 57% karyawan meninggalkan pekerjaannya karena manajernya, 41% karena merasa tidak didengar, dan 37% lainnya karena merasa feedback tidak ditanggapi dengan serius.
Jadi, dengan adanya feedback ke atas, ini akan mengatasi kesenjangan dengan memberikan karyawan sebuah platform untuk mengungkapkan kekhawatiran mereka, yang membantu mengurangi perputaran karyawan. ***