3. Tanda-tanda fisik dan mental
Burnout sering terlihat dari ekspresi atau bahasa tubuh, meski hanya lewat layar. Munculnya wajah lesu, sering menguap, atau terlihat sulit fokus bisa menjadi sinyal.
Ucapan seperti “lagi capek banget” atau “sibuk banget akhir-akhir ini” mungkin terdengar biasa, tetapi bisa menjadi petunjuk awal bahwa seseorang sedang tidak dalam kondisi optimal.
Baca Juga: Batik Parang Kaliurang 'Limited Edition', UMKM Binaan Desa BRILiaN dari Kalurahan Hargobinangun
4. Perubahan pola komunikasi
Komunikasi jadi lebih singkat, jarang membalas pesan, atau terlihat tidak lagi aktif dalam diskusi tim bisa menjadi tanda kelelahan yang mulai muncul.
Perubahan kecil seperti ini, bila terjadi terus-menerus, bisa menyampaikan pesan penting yang tidak selalu diungkap secara langsung.
5. Pentingnya check-in rutin secara personal
Pertemuan pribadi secara rutin, walaupun melalui video call, dapat membantu memahami kondisi sebenarnya. Komunikasi langsung seperti ini memberi ruang untuk menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak muncul dalam forum besar. Pendekatan yang penuh empati sangat membantu agar percakapan berjalan terbuka.
Baca Juga: Ketika Karyawan Merasa Tak Dihormati di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan Oleh Pemimpin?
Langkah lanjutan ketika tanda kelelahan mulai terlihat
Mengenali kelelahan kerja pada pekerja remote hanyalah bagian awal dari proses. Selanjutnya, langkah utama yang harus kamu lakukan sebagai manajer adalah memberikan dukungan yang tepat.
Kamu tidak perlu selalu menjadi solusi utama. Mengarahkan karyawan ke sumber daya yang lebih tepat seperti konselor, pelatih kesehatan, atau layanan medis, justru bisa menjadi cara terbaik agar mereka mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.