kubikel

Meski Tak Boleh Berbohong di CV, Tapi 2 Hal Ini Masih “Diperbolehkan” dan Dianggap Wajar. Apa Itu?

Selasa, 1 Juli 2025 | 17:40 WIB
Meskipun berbohong saat wawancara itu tidak disarankan, namun membesar-besarkan soft skill kamu itu masih bisa diterima. (Google Gemini)
  1. Alasan resign dari pekerjaan sebelumnya

Meskipun kamu memang tidak menyukai atasan di pekerjaan sebelumnya, tetapi ada aturan tidak tertulis yang menyebut bahwa kamu tidak boleh menjelek-jelekkan mantan atasan.

Apa pun alasannya, bukan ide baik untuk memberikan feedback negatif tentang pekerjaan lama selama proses rekrutmen. Meskipun benar, tetapi sebaiknya fakta tersebut disimpan untuk diri sendiri.

Ini tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan seseorang yang berbicara negatif tentang mereka di masa depan.

Meski kamu memiliki pengalaman yang buruk, tetapi cobalah untuk menjaga agar alasan tetap singkat dan manis saat wawancara.

Daripada memperjelasnya, lebih baik untuk fokus pada ambisi diri dan bagaimana pekerjaan baru ini akan membantu kamu mencapainya.

Baca Juga: Aturan Tak Tertulis saat Menulis Soft Skill di CV, Kapan Harus Ditulis dan Kata Apa yang Sebaiknya Tak Digunakan?

Simpulannya?

Pada akhirnya, berbohong saat mencari kerja bukanlah ide yang bagus.

Meskipun kamu mungkin bisa lolos dengan sedikit memoles CV menjadi lebih sempurna, tetapi kamu bisa menempatkan diri dan karir dalam risiko.

Ketahuan berbohong selama proses perekrutan atau bahkan setelah mendapatkan pekerjaan bisa berakibat serius.

Selain itu, atasan mungkin tidak akan mengabaikannya begitu saja jika mereka tahu kamu telah berbohong. ***

Halaman:

Tags

Terkini