Satya Nadella di Microsoft contohnya. Ia mengubah budaya kerja dari yang penuh tekanan menjadi tempat yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran.
- Kepemimpinan yang melayani
Di sini, pemimpin lebih fokus melayani tim daripada sekadar memberi perintah.
CEO Patreon, Jack Conte, memotong tunjangan mewahnya sendiri dan lebih fokus pada kebahagiaan karyawan. Hasilnya, karyawan jadi betah dan produktif.
- Kepemimpinan terdistribusi
Ini lebih ekstrem, yaitu karyawan tanpa manajer.
Di GitHub, para insinyur diberi kebebasan penuh. Ini membuat mereka jadi lebih semangat dan bekerja lebih cepat.
Bagaimana cara melakukan kepemimpinan modern?
Jika perusahaan ingin berubah ke arah modern, ada beberapa langkah yang bisa dicoba:
- Audit keputusan
Lihat di mana saja prosesnya terlalu berbelit.
Di Amazon, setiap satu level tambahan untuk persetujuan bisa menambah 3,2 hari dalam proses eksekusi. Ini merupakan penundaan yang tidak dapat ditoleransi.
- Mentoring terbalik
Karyawan muda membimbing bos-bosnya dalam hal teknologi dan cara kerja baru. Unilever bahkan berhasil mempercepat transformasi digital mereka 35% berkat program ini.
- Ukur keamanan psikologis
Ciptakan budaya yang membuat orang berani bicara tanpa takut dihakimi. Tim yang merasa aman secara psikologis lebih sedikit stres dan lebih cepat meluncurkan ide baru.
Dampaknya jika perusahaan tetap pakai cara lama
Jika perusahaan ngotot mempertahankan gaya lama, risikonya besar.
Banyak karyawan yang mulai melakukan quiet quitting, yaitu kerja sekadarnya sambil diam-diam mencari pekerjaan lain.