Sebaliknya, jika terlalu merendah, potensi yang dimiliki justru bisa luput dari perhatian. Jadi, menemukan titik tengah antara percaya diri dan rendah hati menjadi hal yang penting.
Cara menyampaikan diri yang seimbang mencerminkan kemampuan yang dimiliki, sekaligus menunjukkan kesiapan untuk terus belajar dan berkolaborasi.
Baca Juga: Kepala PPATK Ungkap Pesan Prabowo Usai Ramai Pemblokiran Rekening Dormant
Salah satu cara untuk menjaga keseimbangan ini adalah dengan mengaitkan pencapaian pribadi pada konteks yang lebih luas.
Contohnya, dengan menceritakan dampak dari hasil kerja terhadap tim atau perusahaan, sambil menunjukkan minat untuk terus mengikuti arah perkembangan di industri.
Pendekatan seperti ini memperlihatkan kematangan profesional yang utuh.
Membangun cerita yang meyakinkan
Cerita yang kamu sampaikan dalam wawancara kerja bisa mencerminkan pola kerja, cara berpikir, dan nilai yang diusung.
Salah satu cara yang efektif untuk menyusunnya adalah dengan pendekatan Problem–Process–Impact.
Jadi, kamu menjelaskan dengan cara menguraikan tantangan, menjelaskan langkah yang diambil, dan menunjukkan hasil akhirnya.
Untuk mempersiapkan diri lebih baik, menyusun “Hero Bank” juga dapat menjadi strategi yang membantu. Isinya berupa rangkaian cerita pencapaian yang sesuai dengan peran yang sedang dituju.
Dengan memiliki referensi cerita yang sudah dipersiapkan sebelumnya, penyampaian saat wawancara kerja akan terasa lebih yakin dan terarah.
Jadi, jangan takut menunjukkan pencapaian pribadi karena itu bukan berarti menyombongkan diri, asalkan disampaikan dengan cara yang tepat.