Misalnya, “Apa yang membuat latar belakang saya terlihat cocok hingga akhirnya dipanggil wawancara?”
Pertanyaan seperti ini tidak hanya menunjukkan inisiatif, tetapi juga membantu menggali hal-hal yang dianggap penting oleh rekruter.
Dari sana, sisa jawaban bisa diarahkan untuk menekankan hal-hal yang paling relevan dan meyakinkan.
Kesempatan menilai lingkungan kerja
Menariknya, bertanya sejak awal juga bisa memberi petunjuk soal kondisi tempat kerja.
Jika rekruter tampak enggan memberikan jawaban, mencoba mengalihkan pembicaraan, atau menunjukkan ketidaknyamanan, hal tersebut bisa menjadi tanda yang patut dicermati lebih dalam.
Jadi, wawancara bukan cuma soal dilihat cocok atau tidak, tetapi proses ini juga jadi kesempatan untuk menilai apakah lingkungan kerja terasa aman dan mendukung.
Baca Juga: Saat Wawancara Kerja, Penting Tunjukkan Antusiasme dengan Pekerjaan yang Dilamar. Ini Caranya!
Sebagai panduan, berikut ini beberapa contoh pertanyaan yang dapat disampaikan di awal sesi wawancara:
- “Apa saja target utama yang diharapkan bisa tercapai dalam posisi ini dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan ke depan?”
- “Tantangan apa yang sedang dihadapi tim saat ini?”
- “Menurut perusahaan, hal apa yang membedakan seseorang yang tampil luar biasa di posisi ini, dibanding yang hanya sekadar memenuhi tugas?”
Melalui pendekatan semacam ini, proses wawancara tidak lagi sekedar ajang menjawab pertanyaan, melainkan juga kesempatan untuk membentuk kesan positif sejak awal pertemuan. ***