kubikel

4 dari 10 Pekerja Muda Mengikuti Saran Karier dari TikTok, Langkah Bijak atau Justru Berbahaya?

Jumat, 3 Oktober 2025 | 08:01 WIB
Ilustrasi: Gen Z saat ini cenderung lebih suka memakai TikTok daripada Google untuk mencari informasi. (Freepik)

Tips dari Julia sebelum kamu percaya adalah mencari tahu dulu latar belakang si kreator. Apakah dia memang punya pengalaman di bidang yang kamu geluti?

Apalagi kalau kamu mau ikut coaching per orang. Jangan mudah percaya dengan janji yang bilang kamu pasti “dapat kerja dalam 2 minggu”.

Baca Juga: 5 Kalimat Sederhana yang Sebaiknya Kamu Sampaikan Saat Mendapat Saran yang Sebenarnya Tidak Kamu Butuhkan

4 dari 10 ambil keputusan karier gara-gara TikTok

Dari pekerja yang pernah menerima saran karier di TikTok, 36% mengaku pernah membuat keputusan penting berdasarkan konten yang mereka lihat. Mulai dari resign, pindah bidang pekerjaan, atau memulai side hustle.

Menariknya, 88% merasa keputusan itu berdampak positif bagi hidup mereka.

Lalu. sekitar 11% pekerja muda yang aktif di TikTok juga mengaku pernah membayar jasa konsultasi karier dari kreator dengan biaya yang tidak main-main.

Ada yang habis sekitar Rp8 jutaan dan bahkan ada 7% pekerja muda yang mengaku mengeluarkan uang lebih dari Rp24 juta! Untungnya, sebanyak 61% merasa layanan itu sangat membantu dan 34% merasa cukup membantu.

Simpulannya, TikTok bisa jadi sumber inspirasi dan motivasi karier, tetapi jangan ditelan mentah-mentah. Sebaiknya hanya gunakan sebagai referensi, bukan kebenaran mutlak.

Jangan lupa untuk mencocokkan dengan situasi diri sendiri, cek latar belakang si kreator, dan jangan mudah percaya kalau ada yang menjanjikan jalan pintas.

Belajar dari TikTok boleh, tetapi keputusan karier tetap harus pakai logika, bukan cuma algoritma.

 

Halaman:

Tags

Terkini