res
PejuangKantoran.com - Menulis surat resign bukan hal yang mudah, apapun alasannya, surat ini harus tetap profesional. Resign atau mengundurkan diri karena urusan keluarga memang tidak mudah.
Ada banyak pertanyaan yang mungkin muncul di kepala. Mulai dari perlukah dijelaskan secara detail hingga cara agar tetap sopan dan privasi tetap aman.
Bagi kamu yang kebingungan, berikut panduan menulis surat pengunduran diri dengan cara yang profesional tanpa harus membuka semua cerita pribadi.
Baca Juga: Setelah Vonis Bersalahnya Tuai Polemik, Mantan Dirut PT ASDP Ira Puspadewi Direhabilitasi
Ini Tips Menulis Surat Resign yang Tetap Profesional
- Mulai dengan pembukaan yang jelas
Buka surat dengan salam formal dan langsung ke inti, yaitu kamu ingin mengundurkan diri. Sertakan juga kapan hari terakhir kamu bekerja. Jangan lupa tulis nama atasan atau HR untuk memberi sentuhan personal.
Contoh kalimat:
“Dengan ini saya mengajukan pengunduran diri dari posisi…, efektif mulai tanggal….”
- Jelaskan alasan secara singkat (opsional)
Kamu tidak wajib menjelaskan masalah keluarga secara detail. Cukup sebutkan bahwa kamu harus mundur karena alasan keluarga. Kalau kamu merasa nyaman memberi sedikit konteks, silakan. Namun, ini bukan keharusan.
Pastikan saja kamu menuliskannya dengan padat dan jelas.
- Ucapkan terima kasih dan tawarkan bantuan
Walaupun kamu pergi karena situasi yang sulit, menjaga hubungan baik itu penting. Kamu bisa menyampaikan rasa terima kasih atas pengalaman dan kesempatan yang sudah kamu dapat.
Jika memungkinkan, tawarkan bantuan dalam proses transisi, seperti membantu serah-terima pekerjaan atau melatih pengganti. Hal kecil seperti ini bisa memberikan kesan positif.
- Tutup dengan sopan
Akhiri surat dengan penutup profesional. Ulangi rasa terima kasih kamu dan gunakan salam penutup yang formal, seperti “Hormat saya” atau “Salam”. Nada positif ini membantu menjaga hubungan baik dan bisa berguna untuk kesempatan atau referensi di masa depan.
Hal yang sebaiknya dihindari