PejuangKantoran.com - Surat pengunduran diri adalah dokumen resmi untuk memberi tahu atasan bahwa kamu berencana berhenti bekerja. Isi surat biasanya mencantumkan tanggal terakhir bekerja dan, jika perlu, alasan singkat pengunduran diri.
Namun, ketika alasan berhenti bekerja berkaitan dengan keluarga, menjaga privasi sering kali menjadi hal yang penting.
Ini karena situasi keluarga bisa sangat beragam, misalnya harus merawat anggota keluarga yang sakit, menghadapi kondisi darurat di rumah, atau menangani persoalan pribadi lain yang membutuhkan perhatian penuh.
Baca Juga: 8 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Sebelum Memutuskan untuk Pindah-Pindah Kerja alias Job Hopping
Kabar baiknya, kamu tidak wajib menjelaskan detail masalah keluarga. Menyebutkan secara umum, seperti “alasan keluarga” atau “keperluan keluarga yang mendesak”, sudah lebih dari cukup.
Hal yang penting adalah kamu tetap menjaga sikap profesional sambil melindungi privasi diri.
Tips menulis surat pengunduran diri karena alasan keluarga
Agar surat tetap sopan dan profesional, pastikan:
- Menyampaikan maksud secara jelas dan langsung.
- Menyebutkan tanggal terakhir bekerja.
- Mengucapkan terima kasih atas kesempatan selama bekerja.
- Menawarkan bantuan untuk proses transisi jika memungkinkan.
Berikut adalah beberapa contoh surat resign karena alasan keluarga.
Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Mobil Terbaik dan 5 Rekomendasinya, Biar Kamu Nggak Salah Pilih!