AI yang halusinasi sering:
- memberikan jawaban berbeda,
- mengoreksi dirinya sendiri,
- berubah dari “yakin” menjadi “tidak yakin”.
Ini disebut self-inconsistency test. Misal:
- Pertanyaan 1: Apakah saat lampu lalu lintas menyala merah, kendaraan akan berhenti?
- Pertanyaan 2: Apakah kendaraan akan berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah?
Jika jawabannya berbeda, fix AI halusinasi.
8. Cari “confident tone” yang tidak diimbangi sumber
Jawaban halusinatif biasanya:
- sangat percaya diri,
- tanpa kata “mungkin”, “berdasarkan informasi terbatas”, atau “tidak ada data yang pasti”.
Jika jawabannya terlihat yakin 100% tapi tanpa bukti, red flag, AI mengalami halusinasi.
Baca Juga: 6 Poin Cara Melatih Keterampilan Imajinasi Kamu Agar mampu Membuat Prompting Yang Berkelas
9. Gunakan pertanyaan verifikasi balik
Misalnya:
- “Apa sumber Anda?”
- “Bisa tunjukkan referensi asli?”
- “Apakah ini fakta atau inferensi model?”
AI sering “jatuh” pada tahap ini jika sedang halusinasi.
10. Bandingkan dengan model lain / sumber eksternal
Jika dua model besar (misalnya GPT dan Claude) memberikan jawaban berbeda secara faktual, lakukan crosscheck ke:
- Wikipedia,
- jurnal resmi, atau
- situs pemerintah.
Lihat, mana yang sesuai dengan sumber crosscheck tersebut.
***