• Berani pindah haluan. Kalau bidang kamu saat ini cenderung "cepat tua" (seperti matematika atau komputer), coba pikirkan untuk pindah haluan ke bidang yang lebih mengandalkan kebijaksanaan (seperti literatur atau strategi bisnis) saat memasuki usia 40-an.
• Buat kamu yang di tengah karier. Nah, ini masa emas kamu! Gunakan koneksi, reputasi, dan sumber daya yang sudah kamu bangun selama bertahun-tahun untuk mengeksekusi ide paling ambisius kamu.
• Buat kamu yang senior. Jangan terlena. Kamu harus tetap bekerja sekeras saat masih muda. Memang melelahkan, tapi pengalaman dan kebijaksanaan kamu adalah aset yang tidak dimiliki anak-anak usia 20-an.
Baca Juga: Lebaran Blues: Ketika Hari Raya Tak Selalu Berakhir Bahagia
Keajaiban kolaborasi beda usia
Salah satu cara paling ampuh untuk meningkatkan kreativitas adalah dengan kolaborasi lintas generasi. Kalau kamu sudah senior, jangan meremehkan lulusan baru. Mereka mungkin belum punya pengalaman, tapi mereka punya perspektif yang belum tercemar pola pikir lama.
Sebaliknya, kalau kamu masih muda, jangan merasa paling tahu. Bagaimanapun mentor yang berpengalaman punya intuisi yang tajam.
Ingat sejarah sukses Larry Page dan Eric Schmidt di Google, atau kolaborasi hebat Niels Bohr dan Werner Heisenberg dalam fisika kuantum? Beda usia mereka puluhan tahun, tapi justru itulah rahasianya.
Ketika energi anak muda bertemu dengan ketenangan orang yang sudah berpengalaman, di situlah inovasi sesungguhnya lahir. Jadi, nggak usah lagi merasa terlalu tua atau terlalu muda.