PejuangKantoran.com - Kalau kita bicara soal orang yang kreatif, pikiran kita langsung mengarah ke orang-orang yang bekerja di bidang seni, media, komunikasi, atau hiburan. Selain itu, sepertinya cuma anak muda yang bisa kreatif.
Kayaknya ada asumsi tak tertulis, bahwa puncak ide-ide yang kreatif itu dimiliki oleh mereka yang usia 20-an. Lihat saja Mark Zuckerberg saat membangun Meta. Atau, kutipan Albert Einstein yang bilang, kalau ilmuwan belum memberikan kontribusi besar sebelum usia 30, mereka tidak akan pernah melakukannya.
Tapi, benarkah kita harus "pensiun" berpikir kreatif setelah melewati usia kepala tiga?
Baca Juga: Tetap Aman Makan Opor Saat Lebaran, Ini 10 Makanan Penurun Kolesterol
Kapan puncak kreativitas?
Kalau kamu melihat data dari ribuan kreator, jawabannya ternyata cukup mengejutkan. Berdasarkan buku Explaining Creativity, puncak kreativitas seseorang biasanya terjadi di tengah masa karier, bukan saat baru lulus kuliah atau malah waktu hampir pensiun.
Kreativitas itu bentuknya seperti kurva U terbalik. Produktivitas kamu akan terus merangkak naik seiring bertambahnya pengalaman, sampai akhirnya mencapai titik jenuh dan perlahan menurun.
Namun, setiap bidang punya jam biologis yang berbeda. Kalau kamu seorang fisikawan atau pembuat aplikasi, kamu mungkin mencapai masa keemasan di usia 20-an atau 30-an.
Tapi kalau kamu seorang penulis, sejarawan, atau filsuf, kamu bisa tetap produktif sampai hari tua nanti.
Kuncinya satu: kuantitas akan menghasilkan kualitas. Riset membuktikan bahwa penemuan paling hebat atau lukisan paling fenomenal biasanya lahir di tahun yang sama saat si kreator lagi rajin-rajinnya memproduksi karya.
Baca Juga: Lowongan Kerja di Universitas Pertamina, Lowongan Staf Kesekretariatan Pendidikan Dibuka
Jadi, kalau ingin punya satu ide brilian, kamu harus punya banyak ide yang biasa-biasa dulu.
Tips memaksimalkan potensi
Apapun profesi kamu, entah itu penulis, coder, atau teknisi, kamu bisa mengatur strategi berdasarkan tahap usia kamu saat ini.
• Jangan terpaku pada satu ide. Jangan habiskan seluruh energi hanya untuk satu proyek yang kamu anggap sempurna. Kerjakan beberapa hal sekaligus agar peluang suksesnya lebih besar.
Artikel Terkait
Wacana WFH Seminggu Sekali Usai Lebaran 2026, Upaya Hemat Energi di Tengah Tekanan Global
Sosok Joe Kent, Pejabat Antiterorisme AS yang Resign dan Kritik Perang Iran
Autumn Durald Arkapaw: Perempuan Pertama yang Menang Oscar Sinematografi
Pemeran Xander Harris di Serial 'Buffy the Vampire Slayer', Nicholas Brendon, Meninggal Dunia
Sejarah Panjang Tradisi Lebaran di Indonesia, Mulai dari Adaptasi Budaya Hingga Menyatukan Elit Politik
3 Kebiasaan 'Buruk' Ini Ternyata Menandakan Kecerdasan Emosional yang Tinggi, Overthinking Misalnya
7 Keajaiban Alam di Asia Tenggara Pilihan Conde Nast Traveler, Ada Raja Ampat dalam Daftar