kubikel

Resign dari Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Menyelamatkan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sabtu, 4 April 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi: Resign karena stres di tempat kerja bukan hal yang memalukan, justru akan membuat kamu lebih lega. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Banyak orang mengira solusi dari stres kerja adalah liburan, self-care, atau bahkan terapi. Namun, para ahli kesehatan mental justru menekankan satu hal yang sering diabaikan: menghilangkan sumber stres itu sendiri.

Dalam banyak kasus, sumber tersebut adalah lingkungan kerja yang toxic.

Secara biologis, tubuh manusia memiliki mekanisme alami yang disebut fight or flight, respons saat menghadapi ancaman. Masalahnya, di lingkungan kerja yang penuh tekanan, respons ini bisa aktif terus-menerus.

Baca Juga: Langkah-langkah Mengubah Alamat Gmail dengan Username yang Baru, Simak Aturan Mainnya Ya!

Penelitian menunjukkan bahwa stres kerja yang kronis membuat tubuh sulit kembali ke normal. Sistem saraf terus berada dalam kondisi siaga, yang dalam jangka panjang dapat memicu burnout, gangguan tidur, kecemasan, hingga masalah kesehatan fisik. 

Bahkan, studi dalam bidang psikologi kerja menyebutkan bahwa stres berlebihan dapat memengaruhi kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga pengambilan keputusan sehari-hari. 

Kenapa Lingkungan Kerja Sangat Berpengaruh?

Stres kerja tidak selalu datang dari beban tugas saja. Faktor seperti:

  • budaya kerja yang tidak sehat

  • atasan yang tidak suportif

  • konflik antar rekan kerja

  • tuntutan yang tidak realistis

Semuanya bisa memicu tekanan mental yang berkepanjangan. 

Ketika kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh tidak pernah benar-benar “istirahat” dari stres. Sistem saraf tetap aktif, seolah-olah selalu dalam situasi darurat.

Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Mengubah Nama pada Alamat Gmail tanpa Kehilangan Akses ke Inbox Lama

Halaman:

Tags

Terkini