- Sensitif terhadap kritik
Ketika mendapatkan feedback atau kritikan, meskipun haya kecil, ia akan menganggap itu sebagai serangan pribadi. Umumnya, ia akan defensif (dengan berkata: “Kamu yang salah paham”) lalu menyerang balik. Atau bisa juga reaksinya tapi menyimpan dendam.
- Relasi bersifat “instrumental”
Suka “carmuk”, makanya orang-orang yang ia dekati umumnya orang yang dianggap berguna (bagi dirinya), misal atasan atau stakeholder penting. Dan sudah pasti, ia akan mengabaikan atau meremehkan yang dianggap “tidak penting”.
Dampak Pada Organisasi
Perilaku NPD di tempat kerja/kantor tentu saja akan berdampak buruk bagi organisasi. Iklim kerja menjadi tidak sehat.
Dan, NPD bisa terjadi pada atasan maupun rekan selevel. ketika atasan yang NPD, ia akan cenderung micromanaging tapi tidak mau disalahkan, ambil keputusan sepihak, dan sulit menerima masukan dari bawahan.
Baca Juga: Jangan Biarkan Perilaku Manipulatif di Tempat Kerja Karena Dampaknya Merusak. Berikut Ciri-cirinya!
Akibatnya orang menjadi takut bicara jujur dan timbul budaya “asal atasan senang”.
Ketika yang NPD adalah rekan selevel, akan timbul kompetisi yang tidak sehat, kurang kooperatif, dan suka menjatuhkan rekan lain secara halus.
Ini berakibat tim menjadi merasa tidak aman yang menyebabkan kolaborasi rendah. Tentu saja ini bisa menyebabkan kinerja jangka panjang menjadi terganggu.
Saat yang NPD bawahan, makai a akan cnenderung “carmuk”, cari muka terhadap atasan, melebih-lebihkan pencapaian, dan mengabaikan arahan jika tidak sesuai egonya.
Kondisi seperti ini jika dibiarkan, bisa mendorong orang-orang yang bertalenta untuk resign. Sebab, orang-orang seperti ini akan merasa percuma betralenta dan berkontribusi nyata namun “kalah” dengan yang NPD. ***