kubikel

Seru-Seruan Ngegosip Ternyata Ada Manfaatnya, Ini Penjelasannya

Kamis, 23 April 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi: Salah satu tanda rekan kerja ingin merusak reputasi kamu: menyebarkan gosip atau rumor negatif tentang diri kamu. (Freepik/Tirachardz)

PejuangKantoran.com - Hayo, siapa yang hobinya “spilling the tea” alias ngobrolin cerita viral bareng bestie?  Aktivitas yang sering dianggap sepele ini ternyata punya sisi ilmiah yang cukup menarik, bahkan bisa berdampak positif bagi hubungan sosial.

Sebuah penelitian dari University of Pavia menemukan bahwa saat seseorang membagikan cerita atau gosip, terjadi peningkatan kadar Oksitosin dalam darah. Oksitosin dikenal sebagai hormon yang berperan dalam membangun rasa percaya, kedekatan emosional, dan ikatan sosial. Inilah alasan kenapa sesi ngobrol santai—termasuk gosip ringan, sering membuat hubungan pertemanan terasa lebih erat.

Menariknya lagi, dalam perspektif evolusi, gosip bukan sekadar hiburan. Para peneliti melihat bahwa sejak zaman manusia purba, berbagi cerita tentang orang lain menjadi salah satu cara untuk bertahan hidup. Lewat informasi tersebut, individu bisa memahami siapa yang bisa dipercaya, siapa yang berpotensi berbahaya, dan bagaimana menjaga posisi dalam kelompok sosial. Dengan kata lain, gosip dulu adalah “alat navigasi sosial”.

Baca Juga: Women on the Move: Bagaimana Perempuan Membentuk Wajah Baru Industri Travel

Namun, penting untuk membedakan antara gosip yang sehat dan yang merugikan. Gosip yang bersifat ringan, menghibur, atau sekadar berbagi cerita viral bisa mempererat hubungan. Sebaliknya, jika sudah mengarah pada fitnah atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar, dampaknya justru bisa merusak kepercayaan.

Pada akhirnya, kunci dari “spilling the tea” ada pada batasannya. Selama dilakukan dengan bijak dan tidak merugikan orang lain, aktivitas ini bisa menjadi cara sederhana untuk memperkuat koneksi sosial di tengah kehidupan yang serba cepat.

Jadi, masih merasa bersalah tiap kali ngegosip bareng teman? Mungkin sekarang kamu bisa melihatnya dari sudut pandang yang berbeda—selama tetap tahu batas, tentu saja.

Tags

Terkini