Selain kesempatan kenaikan gaji, peluang naik jabatan juga makin terbuka lebar. Data menunjukkan 38,9% karyawan yang punya sertifikasi AI berhasil mendapat posisi yang lebih tinggi di pekerjaan berikutnya. Sedangkan karyawan yang tidak punya sertifikasi ada 32,5%.
Melihat tren ini, muncul pertanyaan, apakah perusahaan perlu mewajibkan semua karyawannya ambil sertifikasi AI?
Menurut Faye Ellis, Principal Training Architect di Pluralsight, setiap karyawan memang butuh literasi dasar soal cara memakai AI. Namun, kalau masalah sertifikasi wajib, itu tergantung pada peran dan seberapa dalam keahlian teknis yang dibutuhkan.
Baca Juga: Penulis CV Profesional Peringatkan Pencari Kerja untuk Tidak Pakai AI untuk Menulis Lamaran Kerja
Untuk posisi seperti software developer yang membangun sistem AI, sertifikasi wajib tentu sangat masuk akal. Tapi untuk peran non-teknis, karyawan cukup didorong untuk memahami penggunaan AI yang bertanggung jawab, cara membuat prompt yang berkualitas, serta memvalidasi hasilnya.
Namun, Akhtar juga mengingatkan agar kita tidak asal ambil sertifikasi.
"Sertifikasi bisa mendongkrak karier, tapi hanya kalau itu membangun kemampuan yang bisa diterapkan karyawan dalam peran mereka. Kecil kemungkinan sertifikasi bisa mendukung kemajuan karier kalau pelatihan AI tersebut tidak mencerminkan tujuan utama bisnis," tegas Akhtar.
Kalau kamu mulai melirik sertifikasi AI, pastikan materinya relevan dengan pekerjaanmu sehari-hari, ya. Selain bikin kerjaan makin efisien, skill baru ini bisa jadi modal kuat buat naik jabatan di kantor!