"Normalisasi permintaan setelah Hari Besar Keagamaan dan penurunan produksi pangan pasca panen raya turut berpengaruh besar pada volume penjualan," jelas Supari. Kenaikan harga barang input juga menjadi hambatan yang cukup berat bagi sebagian besar pelaku usaha kecil, yang merasa tertekan dengan biaya produksi yang semakin tinggi.
Sektor Bisnis yang Mengalami Penurunan dan Kenaikan
Pada Triwulan III 2024, sektor pertanian mengalami penurunan signifikan setelah masa panen raya berakhir, sementara musim kemarau juga memengaruhi hasil pertanian di beberapa daerah. Sektor hotel dan restoran juga menunjukkan penurunan, terutama setelah berakhirnya periode liburan dan Hari Besar Keagamaan.
Di sisi lain, sektor konstruksi mencatatkan ekspansi yang cukup pesat, dengan Indeks Bisnis di sektor ini mencapai angka tertinggi yaitu 116,3. Peningkatan aktivitas proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun, serta cuaca yang mendukung, menjadi faktor pendorong utama.
Sektor lain yang juga mengalami ekspansi adalah sektor pengangkutan, perdagangan, dan industri, meskipun laju pertumbuhannya melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Permintaan yang masih relatif kuat pada sektor-sektor ini dapat membantu menjaga stabilitas sektor UMKM secara keseluruhan.
Meskipun pelaku UMKM tetap optimis untuk menjalankan usaha mereka pada kuartal mendatang, optimisme tersebut mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari penurunan Indeks Ekspektasi Bisnis UMKM, yang turun menjadi 122,3 pada Triwulan III 2024, meskipun masih menunjukkan angka positif. Penurunan ini diakibatkan oleh berkurangnya daya beli masyarakat, peningkatan persaingan antar pelaku usaha, serta ketidakpastian terkait musim tanam pangan yang baru dimulai.
Baca Juga: 10 Manfaat Mempunyai Hewan Peliharaan Yang Wajib Kamu Ketahui
Selain itu, Indeks Sentimen Bisnis (ISB) UMKM juga mengalami penurunan, menunjukkan bahwa sentimen pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan mulai melemah. Komponen Indeks Situasi Sekarang (ISS) mengalami penurunan tajam sebesar -7,5 poin, sementara Indeks Ekspektasi (IE) juga melemah sebesar -4,0 poin.
Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah Menurun
Seiring dengan melambatnya laju pertumbuhan usaha, pelaku UMKM juga menunjukkan penurunan dalam tingkat kepercayaan mereka terh adap pemerintah. Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM kepada Pemerintah (IKP) turun sebesar -4,6 poin pada Triwulan III 2024, mencapai angka 125,9. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap kemampuan pemerintah dalam menstabilkan harga barang dan jasa, yang semakin memberatkan biaya produksi UMKM.
Namun, pelaku UMKM masih memberikan penilaian positif terhadap kemampuan pemerintah dalam menciptakan rasa aman dan menyediakan infrastruktur, dengan indeks masing-masing mencatat angka 144,2 dan 138,2.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja: KOL Specialist di Kopi Kenangan
Dukung Edukasi dan Pembiayaan UMKM, BRI Salurkan Kredit hingga Rp1,1 Triliun pada Akhir Q3
Lemahnya Applicant Tracking System Terungkap saat Manajer Ditolak usai Mengirim CV-nya Sendiri
Kembangkan Salon Kecantikan Sekaligus Jadi AgenBRILink, Asmaul Jadi Tambah Untung!
Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki Tergolong Besar. Ahli Telah Menduga Penyebabnya
Cybercrime Marak, BRI Tak Kalah Gertak dengan Tingkatkan Keamanan dan Terus Edukasi Nasabah
Asiiik... Tahun 2025 Masyarakat Indonesia Bisa Medical Check Up Gratis saat Ulang Tahun
MK Kabulkan Gugatan Uji Materi UU Cipta Kerja yang Diajukan Partai Buruh, Salah Satunya Soal PHK
Aksi Petugas PPSU Jakarta Itu Melindungi Hak Pejalan Kaki & Menjaga Pengendara Motor Dari Jeratan Hukum
Catat! Ini Jadwal dan Tarif Terbaru Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta dari Jakarta