PejuangKantoran.com - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. baru-baru ini merilis hasil survei Indeks Bisnis UMKM untuk Triwulan III 2024 yang menunjukkan adanya pelambatan dalam ekspansi bisnis UMKM.
Indeks Bisnis UMKM pada periode ini tercatat sebesar 102,6, mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tercatat pada angka 109,9.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa meskipun Indeks Bisnis UMKM pada Triwulan III 2024 masih berada di atas 100, yang menunjukkan bahwa sektor ini masih mengalami ekspansi, laju pertumbuhannya mulai melambat.
"Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya berkurangnya daya beli masyarakat, normalisasi permintaan setelah rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), serta penurunan produksi setelah masa panen raya," ujarnya.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal dan Tarif Terbaru Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta dari Jakarta
Meskipun berbagai sektor usaha tetap menunjukkan tanda-tanda aktivitas, tekanan pada daya beli masyarakat dan biaya produksi yang meningkat menjadi tantangan yang signifikan bagi banyak pelaku UMKM.
Beberapa sektor, seperti pertanian dan hotel/restoran, bahkan mengalami kontraksi. Sementara itu, sektor-sektor yang bergantung pada proyek konstruksi dan permintaan sektor industri masih mencatatkan angka positif, meski laju pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berdasarkan survei, terdapat lima komponen Indeks Bisnis UMKM yang masih tercatat di atas angka 100, menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih optimis.
Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM BRI dilakukan dengan melibatkan lebih dari 7.084 responden yang tersebar di seluruh sektor ekonomi dan 33 provinsi di Indonesia. Survei ini dilaksanakan oleh BRI Research Institute pada 20 September hingga 2 Oktober 2024, dengan pengawasan kualitas yang ketat untuk memastikan keandalan data.
Hasil survei ini digunakan untuk menyusun Indeks Bisnis UMKM, Indeks Sentimen Bisnis, serta Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah, yang memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi dan prospek bisnis UMKM di Indonesia.
Namun, terdapat tiga komponen yang mengalami penurunan, yaitu volume produksi/penjualan, nilai penjualan, dan penggunaan tenaga kerja.
Baca Juga: Awalnya Tidak Terlihat, Lama-kelamaan Lingkungan Kerja yang Toxic akan Terungkap. Ini Tandanya!
Penurunan tajam pada dua komponen pertama—produksi dan penjualan—mengindikasikan adanya penurunan aktivitas ekonomi di kalangan UMKM, meskipun harga jual rata-rata mengalami sedikit kenaikan.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja: KOL Specialist di Kopi Kenangan
Dukung Edukasi dan Pembiayaan UMKM, BRI Salurkan Kredit hingga Rp1,1 Triliun pada Akhir Q3
Lemahnya Applicant Tracking System Terungkap saat Manajer Ditolak usai Mengirim CV-nya Sendiri
Kembangkan Salon Kecantikan Sekaligus Jadi AgenBRILink, Asmaul Jadi Tambah Untung!
Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki Tergolong Besar. Ahli Telah Menduga Penyebabnya
Cybercrime Marak, BRI Tak Kalah Gertak dengan Tingkatkan Keamanan dan Terus Edukasi Nasabah
Asiiik... Tahun 2025 Masyarakat Indonesia Bisa Medical Check Up Gratis saat Ulang Tahun
MK Kabulkan Gugatan Uji Materi UU Cipta Kerja yang Diajukan Partai Buruh, Salah Satunya Soal PHK
Aksi Petugas PPSU Jakarta Itu Melindungi Hak Pejalan Kaki & Menjaga Pengendara Motor Dari Jeratan Hukum
Catat! Ini Jadwal dan Tarif Terbaru Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta dari Jakarta