PejuangKantoran.com - Baru-baru ini, sebuah celah pada fitur baru ChatGPT membuat lebih dari 100.000 percakapan pengguna dapat diakses publik melalui Google. Hal itu terungkap berkat “eksperimen jangka pendek” yang dilakukan OpenAI.
Kasus ini pertama kali diungkap oleh peneliti bernama Henk Van Ess, yang menemukan bahwa percakapan-percakapan tersebut bisa dicari hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu di mesin pencari.
Ia menemukan bahwa selama ini orang-orang mendiskusikan berbagai hal di ChatGPT, mulai dari perjanjian kerahasiaan (NDA/Non Disclosure Agreement), kontrak bisnis rahasia, masalah pribadi seperti kehidupan seksual, hingga cara menyontek.
Baca Juga: Cuti Bersama 18 Agustus 2025 Resmi Ditetapkan, Saatnya Rencanakan Long Weekend!
Bahkan, ada chat yang membahas skema perdagangan saham ilegal serta rencana serangan cyber terhadap target tertentu di Hamas.
Bukan hanya itu, ada pula percakapan pribadi dari seorang korban KDRT yang membicarakan rencananya untuk melarikan diri sambil mengungkap kondisi keuangannya.
Situasi ini jelas memprihatinkan, mengingat data tersebut sangat pribadi dan berpotensi membahayakan pihak yang terlibat.
Eksperimen jangka pendek
Masalah ini bermula dari fitur share di ChatGPT. Awalnya, fitur baru ChatGPT ini dirancang untuk memudahkan pengguna membagikan percakapan mereka ke orang lain.
Tetapi, kalau pengguna mengaktifkan opsi berbagi untuk mesin pencari, link yang terbentuk akan mengandung kata-kata dari isi percakapan. Jelas sekali bahwa sampai di situ sebagian besar pengguna tidak menyadari betapa mudahnya pemikiran mereka selama ini terlihat.
Baca Juga: Jangan Suka Menunjukkan 'Ketawa Karir' saat Menyampaikan Hal Penting di Tempat Kerja
Alhasil, siapa saja bisa menemukan chat tersebut di Google hanya dengan mengetik format “site:chatgpt.com/share” ditambah kata kunci.
OpenAI mengakui adanya kebocoran ini. Menurut Dane Stuckey, Chief Information Security Officer OpenAI, fitur tersebut sebenarnya merupakan eksperimen singkat.
"Kami baru saja menghapus fitur dari [ChatGPT] yang memungkinkan pengguna membuat percakapan pribadi mereka dapat ditemukan oleh mesin pencari, seperti Google.
“Ini eksperimen jangka pendek untuk membantu orang menemukan percakapan yang bermanfaat," ujar Stuckey.
Artikel Terkait
Keluar-Masuk Kolam 13 Jam saat Syuting 'Pamali Tumbal', Keisya Levronka: Gini Amat Nyari Duit?
Sedang Berada dalam Fase Jenuh Bekerja? Lakukan 5 Langkah Ini untuk Menemukan Arah Karir Kamu yang Baru!
Firstsource Solutions Limited Buka Lowongan Kerja Indonesian Language Specialist
Rutinitas Jalan Kaki 6-6-6 Viral di Media Sosial, Apa Sih Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh?
Selalu Kelihatan Sibuk Kerja Nggak Berarti Produktif! Ini 3 Kesalahpahaman Lainnya tentang Produktivitas
Google Tambah Fitur AI Baru di Google Photos dan YouTube Shorts, Bisa Ubah Foto Jadi Video!
Bekerja dengan Atasan yang Lebih Muda? Ini 8 Tips yang Bisa Dilakukan agar Pekerjaan Tetap Lancar