Dengan kata lain, data LPEM FEB UI tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat komposisi pengangguran lulusan perguruan tinggi berdasarkan bidang studi, bukan untuk menentukan tingkat pengangguran masing-masing jurusan.
Hampir 1 Juta Lulusan Universitas Menganggur
Data BPS menunjukkan jumlah penganggur lulusan universitas pada Agustus 2025 mencapai 904.440 orang. Jumlah tersebut turun dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 1.010.652 orang.
Di tingkat nasional, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2025 mencapai 154 juta orang. Dari jumlah tersebut, 146,54 juta orang tercatat bekerja, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di level 4,85 persen.
BPS juga mencatat TPT untuk penduduk dengan pendidikan diploma ke atas berada di angka 5,21 persen pada Agustus 2025. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, tetapi tetap menunjukkan bahwa lulusan pendidikan tinggi masih menghadapi tantangan dalam memasuki pasar kerja.
Baca Juga: Kalau Ada Syarat 'Good Looking' dan Batas Umur Saat Cari Kerja, Bisa Lapor ke Kemnaker!
Tantangan Bukan Sekadar Punya Ijazah
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah tidak hanya bergantung pada gelar pendidikan.
Perubahan kebutuhan industri, kesesuaian kompetensi dengan pekerjaan, pengalaman, kemampuan digital, hingga keterampilan komunikasi dapat menjadi faktor yang memengaruhi peluang seseorang untuk masuk ke dunia kerja.
Hal ini juga menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk memastikan pendidikan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, data tersebut juga bisa menjadi pengingat bahwa memilih jurusan tidak cukup hanya berdasarkan popularitas. Kemampuan mengembangkan keterampilan tambahan, membangun pengalaman kerja, mengikuti magang, dan memahami kebutuhan industri dapat menjadi bekal penting setelah lulus.
Dengan hampir 1 juta lulusan universitas masih tercatat sebagai penganggur, persaingan di pasar kerja bagi sarjana Indonesia jelas masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Artikel Terkait
IDI: Dokter yang Menghina Pasien BPJS di Media Sosial Terancam Sanksi Etik
War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Resmi Dibuka, Ini Linknya untuk Dengar Pidato Prabowo Langsung di Istana Negara
WFH ASN Resmi Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Booming Running Club di Kota Besar, Kenapa Anak Muda Menikmati Sosialisasi di Sana
Katanya Gaji Manager Kopdes 16 Juta? Tapi Purbaya Bilang Sesuai UMP, Ini Daftar Lengkapnya di 38 Provinsi
652 Perusahaan BUMN Bakal Hilang, Danantara Targetkan Tinggal 250 Entitas
Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap
87 Ribu Pekerja Klaim JHT karena PHK hingga Mei 2026, Pasar Kerja Masih Tertekan
Claude Mulai Pakai Watermark Tersembunyi untuk Menandai Tulisan yang Dibuat Pakai AI
Pengguna Claude Protes soal Watermark yang Ditetapkan Anthropic untuk Menandai Teks Buatan AI