- Turunkan level regenerative braking ke posisi paling rendah di awal.
- Gunakan mode berkendara Eco/Comfort agar respons akselerasi lebih lembut.
- Fokus melihat ke jalan, bukan ke ponsel atau tablet, untuk menyelaraskan input mata dan telinga dalam.
- Latih teknik one-pedal driving secara bertahap agar pengereman terasa lebih halus.
- Sejumlah pabrikan bahkan sudah merespons masalah ini dengan solusi teknis, mulai dari penyesuaian respons throttle hingga penambahan suara akselerasi buatan untuk memberi sinyal audio ke otak.
Pusing saat naik mobil listrik bukan karena cicilan atau imajinasi belaka — melainkan hasil dari konflik sensorik antara apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan tubuh. Torsi instan, pengereman regeneratif, dan kabin yang senyap adalah tiga faktor utama yang telah divalidasi berbagai riset ilmiah. Kabar baiknya, tubuh dan otak manusia sangat adaptif — dengan sedikit penyesuaian gaya berkendara, kenyamanan naik mobil listrik bisa dinikmati sepenuhnya.
Artikel Terkait
Hyundai Luncurkan IONIQ 5 Limited Edition, Mobil Listrik Bergaya dengan Sentuhan Budaya Indonesia
9 Hal yang Harus Kamu Perhatikan dalam Perawatan Mobil Listrik Agar Awet
20 Poin Check List Bagi Pemilik Mobil Listrik Agar Tak Rugi Rp200 Juta Seperti Kejadian di Florida
Di-Space, Museum Sains Milik BYD, Ajak Pengunjung Melihat Langsung Masa Depan Mobil Listrik