Baca Juga: Dibangunin Alarm atau Bangunin Alarm, Kamu Tipe Orang yang Gimana Saat Bangun Pagi?
"Membangun bisnis media atau sekedar punya-punyaan media?. Nah, ternyata masih banyak yang sifatnya justru merasa punya-punyaan media. Maka itu, inilah saatnya jurnalis bisa naik kelas agar pengusaha media yang sudah ada tidak itu-itu saja," ungkapnya.
"Dari media yang berkolaborasi dengan Promedia, sudah ada wartawan atau penulis yang penghasilannya bisa mencapai ratusan juta rupiah dan ini belum ada gaji wartawan di Indonesia sebesar itu," ujarnya.
Agus Sulistriyono menjelaskan, ada banyak persoalan yang dialami media kecil ketika kalah bersaing. Hal itu dikarenakan, kalah modal untuk membangun platform dengan teknologi yang bagus, belum mampu membangun dan membayar server dengan kapasitas melimpah, minim pengetahuan strategi mengelola media online dan monetisasinya, hingga jumlah jurnalis terbatas sehingga jumlah konten yang diproduksi minim dan isunya kurang jelas.
"Promedia hadir untuk menyelesaikan 4 masalah tersebut. Karena belum dua tahun sudah ratusan media yang hidup setelah berkolaborasi dengan Promedia," katanya.
Artikel Terkait
Suka Desain? Ada Lowongan Kerja di IKEA Jadi Desainer Interior Profesional
Jangan Merasa Bersalah Kalau Susah Fokus, Karena Orang yang Cerdas Gampang Terdistraksi
Permintaan PC dan Laptop Menurun 37%, Dell Akan Mem-PHK 6.650 Karyawan
Raih 2 Grammy Awards, Ini Strategi Harry Styles Menjadi Alumni Boyband Tersukses
Demi Peran Karta di Waktu Maghrib, Andri Mashadi Rela Makan Sekali Sehari Saja Selama 10 Hari
Mengenal Letter of Acceptance, Letter of Guarantee, dan Letter of Sponsorship dalam Beasiswa LPDP 2023
'Kantor Gabungan' CoHive Tutup Usai Dinyatakan Bangkrut oleh Pengadilan
Larangan Jilbab Pramugari Garuda, Wapres Sebut Aneh Jika Institusi Pekerjaan Larang Jilbab
Playlist in a Bottle Spotify Sudah Hilang ke Masa Depan, Jangan Lupa Nostalgia di Januari 2024!