Bijaklah dalam Bermedia Sosial Agar Tak Menjebak Kamu Menjadi Judgemental! Ini Penjelasannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 Desember 2025 | 12:33 WIB
Bijaklah dalam menggunakan media sosial supaya tidak terjebak menjadi judgemental. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Bijaklah dalam menggunakan media sosial supaya tidak terjebak menjadi judgemental. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comMedia sosial bisa membuat sikap judgemental seseorang terpicu dan makin menjadi. Melihat konten artis, langsung komen negatif. Melihat konten tentang pejabat, langsung menghujat. Dan sebagainya.

Judgemental adalah sikap atau kecenderungan seseorang untuk menilai, mengkritik, atau memberi label negatif kepada orang lain secara cepat, tanpa memahami konteks secara utuh, dan sering kali berdasarkan asumsi pribadi.

Dan sikap ini ternyata dipicu salah satunya oleh social comparison (perbandingan sosial). Social comparison ini sering menjadi pemicu mekanisme pertahanan diri untuk mengurangi rasa rendah diri.

Ini bisanya muncul ketika seseorang melihat orang lain lebih sukses, lebih ramping, lebih dicintai, dan sebagainya. Ini bisa mendorong otak untuk bereaksi dan melakukan self judgement atau judgement kepada orang lain.

Sebuah penelitian terkini berjudul “The Role of False Self-Presentation and Social Comparison in Excessive Media sosial Use” menemukan bahwa penggunaan media sosial yang intens/berlebihan sering dikaitkan dengan perbandingan sosial (social comparison) seperti ini dan rasa takut terhadap penilaian negatif (fear of negative evaluation).

Baca Juga: Aturan Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial Ditakutkan Bisa Melanggar Privasi

Hal ini menunjukkan bahwa menyaksikan identitas ideal secara terus-menerus di media sosial dapat memengaruhi persepsi diri. Dan ini bisa mendorong orang untuk judgemental.

Apa saja yang bisa mendorong media sosial mendorong sikap judgemental seseorang?

1. Media sosial mempercepat penghakiman

Di media sosial, orang biasanya menilai sesuatu dalam hitungan detik, dan platform ini memang dirancang untuk respon cepat, bukan refleksi mendalam. Akibatnya: penilaian yang muncul sering spontan, dangkal, dan judgmental.

2. Kurangnya konteks membuat cepat menghakimi

Postingan di media sosial hanya menampilkan snippet (cuplikan) kehidupan seseorang, tanpa latar belakang, alasan, atau situasi penuh. Ini menyebabkan media sosial rentan minim konteks. Ketika minim konteks, maka asumsi menjadi dominan dan mendorong orang bersikap judgmental.

3. Algoritma memperkuat konten yang memancing emosi

Platform seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook memprioritaskan drama, konflik, kontroversi, gossip, hingga kecaman publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, mdpi.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X