Pejuangkantoran.com – Media sosial bisa membuat sikap judgemental seseorang terpicu dan makin menjadi. Melihat konten artis, langsung komen negatif. Melihat konten tentang pejabat, langsung menghujat. Dan sebagainya.
Judgemental adalah sikap atau kecenderungan seseorang untuk menilai, mengkritik, atau memberi label negatif kepada orang lain secara cepat, tanpa memahami konteks secara utuh, dan sering kali berdasarkan asumsi pribadi.
Dan sikap ini ternyata dipicu salah satunya oleh social comparison (perbandingan sosial). Social comparison ini sering menjadi pemicu mekanisme pertahanan diri untuk mengurangi rasa rendah diri.
Ini bisanya muncul ketika seseorang melihat orang lain lebih sukses, lebih ramping, lebih dicintai, dan sebagainya. Ini bisa mendorong otak untuk bereaksi dan melakukan self judgement atau judgement kepada orang lain.
Sebuah penelitian terkini berjudul “The Role of False Self-Presentation and Social Comparison in Excessive Media sosial Use” menemukan bahwa penggunaan media sosial yang intens/berlebihan sering dikaitkan dengan perbandingan sosial (social comparison) seperti ini dan rasa takut terhadap penilaian negatif (fear of negative evaluation).
Baca Juga: Aturan Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial Ditakutkan Bisa Melanggar Privasi
Hal ini menunjukkan bahwa menyaksikan identitas ideal secara terus-menerus di media sosial dapat memengaruhi persepsi diri. Dan ini bisa mendorong orang untuk judgemental.
Apa saja yang bisa mendorong media sosial mendorong sikap judgemental seseorang?
1. Media sosial mempercepat penghakiman
Di media sosial, orang biasanya menilai sesuatu dalam hitungan detik, dan platform ini memang dirancang untuk respon cepat, bukan refleksi mendalam. Akibatnya: penilaian yang muncul sering spontan, dangkal, dan judgmental.
2. Kurangnya konteks membuat cepat menghakimi
Postingan di media sosial hanya menampilkan snippet (cuplikan) kehidupan seseorang, tanpa latar belakang, alasan, atau situasi penuh. Ini menyebabkan media sosial rentan minim konteks. Ketika minim konteks, maka asumsi menjadi dominan dan mendorong orang bersikap judgmental.
3. Algoritma memperkuat konten yang memancing emosi
Platform seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook memprioritaskan drama, konflik, kontroversi, gossip, hingga kecaman publik.
Artikel Terkait
Jadilah Pendengar yang Baik dan Tak Judgemental Kalau Teman Kamu Curhat Soal Kesehatan Mentalnya!
Cancel Culture di Dunia Kerja, Bagaimana Jika Kamu yang Jadi Korban Boikot Massal?
Feedback Bukan untuk Menghakimi, yang Bisa Berdampak Negatif Jika Dilakukan Kurang Tepat
6 Strategi Cerdas Memantau Media Sosial Karyawan secara Profesional, Jangan Bikin Nggak Nyaman!
6 Aktivitas di Media Sosial Bisa Menghambat Karir, Meskipun Hanya Postingan Candaan
"Menghakimi" Rekan Kerja alias Cancel Culture, Bisa Diarahkan Menjadi Perilaku Positif dengan 6 Cara Konkret Ini