- Membantu pembakaran lemak lebih besar.
- Meningkatkan energi dan mood sepanjang hari.
- Membantu ritme tidur menjadi lebih baik.
- Udara relatif lebih bersih dan lalu lintas minim.
Kekurangan:
- Risiko cedera lebih tinggi jika tanpa pemanasan (otot kaku).
- Performa biasanya belum optimal.
Cocok untuk:
- Menurunkan berat badan.
- Membentuk kebiasaan disiplin.
- Orang dengan jadwal padat (selesai sebelum kerja).
Baca Juga: 8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari
2. Lari Sore
Waktu: sekitar 16.00–18.30
Karakter fisiologis
- Suhu tubuh berada di puncak.
- Otot lebih fleksibel.
- Sistem saraf lebih aktif.
Kelebihan:
- Performa terbaik (cocok untuk speed dan endurance).
- Risiko cedera lebih rendah.
- Cocok untuk latihan intensitas tinggi (interval, tempo run).
Kekurangan:
- Terkendala dengan jadwal kerja.
- Polusi udara biasanya lebih tinggi di kota.
Cocok untuk:
- Latihan serius (target pace, marathon training).
- Meningkatkan performa lari.
3. Lari Malam
Waktu: Sekitar 19.00–21.00
Karakter fisiologis:
- Tubuh masih hangat, tapi mulai menuju fase istirahat.
- Hormon tidur (melatonin) mulai meningkat.
Kelebihan
- Membantu melepas stres setelah kerja.
- Waktu lebih fleksibel bagi pekerja kantoran.
- Bisa meningkatkan kualitas tidur jika tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
Kekurangan
Artikel Terkait
3 Alasan Mengapa Stretching Sesudah Olah Raga Sama Pentingnya dengan Sebelum
Dilarang Mengenakan Sepatu Tenis Apalagi Sepatu Lari untuk Bermain Padel. Berikut Alasannya!
4 Pemanasan atau Warming Up serta Manfaatnya Sebelum Kamu Bermain Padel Agar Tidak Cedera
7 Cara Merawat Sepatu Lari yang Basah Karena Hujan Agar Sepatumu Awet
Bahaya Menggunakan Sepatu Lari yang Sudah Tidak Layak Pakai. Berikut Ciri-ciri Sepatunya!
Panduan Asupan Nutrisi Pre-Run Berdasarkan Jarak Lari yang Wajib Kamu Ketahui