Perhatian! Jika Ingin Tensi Kamu Turun, Lakukan Olah Raga! Berikut Alasan dan Jenisnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 24 Juli 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi: olah raga yang rutin berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi: olah raga yang rutin berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bagi yang tensinya cenderung tinggi atau hipertensi, rajin-rajinlah exercise atau olah raga, karena ternyata exercise itu bisa menurunkan tensi.

Seperti yang disampaikan oleh akun IG @andrisetiawan, setelah melakukan exercise secara rutin, fitness enthusiast ini mengaku kalau tensinya yang cenderung tinggi, di atas 120/80, turun menjadi 105/65.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat positif exercise atau olah raga teratur tersebut pada tekanan darah, terutama pada orang dengan hipertensi atau pra-hipertensi.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri secara konsisten berada di atas normal, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan komplikasi lainnya.

Baca Juga: Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio

Jika kita mengukur tekanan darah, ada dua angka, misal 115/70 mmHg. Angka 115 adalah tekanan sistolik (angka atas), yaitu tekanan ketika jantung berkontraksi dan memompa darah. Angka 70 adalah tekanan diastolik (angka bawah), yaitu tekanan ketika jantung berelaksasi di antara denyut.

Disebut tekanan darah/tensi tinggi ketika angka hasil pengukuran di klinik yang dilakukan berulang, menunjukkan 140/90 mmHg atau lebih. Normal tinggi ketika 130-139/80-89 mmHg, normal di 120-129/70-79 mmHg, dan optimal ketika di angka 120/70 mmHg atau di bawahnya.

Seperti yang disampaikan di Ahajournals.org, efek olah raga terhadap tekanan darah ambulatory (ambulatory blood pressure – ABP) terhadap pasien hipertensi (tekanan darah tinggi), menemukan bahwa dengan latihan olah raga tekanan darah mengalami penurunan.

ABP adalah pengukuran tekana darah yang dilakukan secara otomatis dan berkala selama 24 jam penuh.

Baca Juga: Hanya 30 Menit Olahraga per Minggu Bisa Bantu Jaga Jantung, Kata Penelitian Baru

Mengapa olah raga bisa menurunkan tekanan darah? Olah raga ternyata membuat tubuh beradaptasi. Dengan olah raga:

  • Pembuluh darah menjadi lebih elastis sehingga darah mengalir lebih mudah.
  • Jantung menjadi lebih efisien dan tidak perlu memompa sekuat sebelumnya.
  • Aktivitas sistem saraf simpatis ("fight or flight") berkurang.
  • Produksi nitric oxide meningkat sehingga pembuluh darah lebih rileks.
  • Berat badan dan lemak tubuh menurun, yang turut membantu menurunkan tekanan darah.
  • Sensitivitas insulin membaik dan peradangan kronis berkurang.

Hasil ini bisa mulai terlihat segera setelah berolah raga. Ini efek yang disebut sebagai post-exercise hypotension. Saat itu, tekanan darah sering turun selama 12-24 jam.

Efeknya juga akan terlihat dalam 2-4 pekan. Ketika olah raga dilakukan secara rutin, maka akan terlihat penurunan tekanan darah yang lebih konsisten.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Ahajournals.org, acsm.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X