Perhatian! Jika Ingin Tensi Kamu Turun, Lakukan Olah Raga! Berikut Alasan dan Jenisnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 24 Juli 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi: olah raga yang rutin berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi: olah raga yang rutin berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Ketika tubuh beradaptasi karena berolah raga secara rutin, maka dalam 2-3 bulan, efeknya akan menjadi lebih stabil.

Olah Raga Seperti Apa?

Tidak semua jenis olah raga efektif menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Berdasarkan pedoman dari American Heart Association (AHA) dan American College of Sports Medicine (ACSM), jenis dan olahraga yang terbukti efektif menurunkan tekanan darah tinggi tergantung dengan intensitas dan durasinya.

Menurut Federal Physical Activity Guidelines, olah raga aerobik dengan intensitas sedang selama 15-300 menit per pekan atau intensitas berat selama 75-150 menit per pekan, atau kombinasi keduanya. Plus, latihan beban intensitas sedang minimal 2 kali per pekan.

Olah raga tersebut idealnya dilakukan hampir setiap hari atau setiap hari, karena konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas berat.

Tiga jenis olah raga yang paling efektif adalah olahraga aerobik (seperti jalan kaki dan bersepeda), latihan resistance/beban, dan latihan isometrik (seperti wall sit dan menggenggam benda/handgrip).

Baca Juga: 4 Kombinasi Olah Raga Ringan Untuk Menurunkan Berat Badan dengan Durasi 30 Menit Setiap Hari

Menariknya, hasil riset menunjukkan bahwa intensitas tinggi bukan selalu yang terbaik. Ini karena intensitas berapa pun sudah terbukti menurunkan tekanan darah. Menurut American Heart Association, olah raga ringan-sedang pun tetap bermanfaat.

Penurunan tekanan darah mengikuti pola dose-response. yaitu pola hubungan di mana semakin besar "dosis" suatu perlakuan, semakin besar pula efek yang dihasilkan.

Artinya, ketika frekuensi, durasi (lama), dan intensitas olah raga kamu besar/tinggi, maka penurunan darahnya juga akan lebih besar.

Namun menurut ACSM.org jika ingin hasil yang lebih progresif, peningkatan sebaiknya dilakukan pada durasinya terlebih dahulu selama 4-6 pekan. Setelah itu baru kamu tingkatkan frekuensi dan intensitas olah raganya secara bertahap.

Hindari lonjakan besar pada intensitas, terutama bagi penderita hipertensi.

Nah, masih mau mager? ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Ahajournals.org, acsm.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X