Contohnya adalah buang air kecil, berkeringat, atau bernafas itu mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Ketika tidak ada asupan cairan pengganti, maka kamu terdehidrasi dan ini menyebabkan tingkat energimu menurun. Termasuk menurunnya konsentrasi.
- Obesitas atau kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan (obesitas) juga berpotensi meningkatkan risiko kelelahan kronis.
Obesitas meningkatkan risiko apnea tidur obstruktif. Apnea jenis ini merupakan penyebab umum kelelahan di siang hari.
Baca Juga: Melakukan Pemanasan Sebelum Olah Raga Itu Penting. Ikuti Gerakan-Gerakan Standar Berikut Ini
- Kondisi medis tertentu
Jika kamu mengalami kelelahan kronis yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, ada baiknya kamu mengunjungi dokter dan mendiskusikan gejalanya.
Mungkin kamu akan diminta untuk melakukan pengujian untuk mengetahui penyebab kelelahan, seperti apnea tidur, hipotiroidisme, kanker, sindrom kelelahan kronis, multiple sclerosis, anxiety disorder, penyakit ginjal, depresi, diabetes, atau fibromyalgia.
***