Menurut Dr. dr. Tjokorda Gde Dalem Pemayun, SpPD-KEMD, penyakit tiroid adalah penyakit yang sangat luas sehingga tidak bisa ditangani oleh satu dokter saja. Penyakit yang berkaitan dengan fungsi hormon tiroid biasanya akan mencakup semua lini.
"Harus campuran, dokter penyakit dalam, radiologi, dokter mata, dokter gizi klinis, dokter neuro, dan masih banyak lagi. Tindakan-tindakan kepada pasien yang sakit karena gangguan tiroid ini ke depannya akan sangat canggih.
“Mulai dari biopsi jalur halus, kemoterapi, ablasi, hingga nuklir ablasi," terang dokter yang juga Kepala Asosiasi Tiroid Indonesia ini.
3. Pentingnya menjaga kerja hormon tiroid tetap sehat
Dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Tjok, begitu dr. Tjokorda biasa dipanggil, bahwa hormon tiroid ada karena adanya suplai bahan baku, yaitu yodium, dalam tubuh secara cukup. Tanpa yodium, tidak akan ada hormon tiroid.
Yodium bisa ditemukan dalam sayur dan makanan lainnya. Namun, untuk bisa menghasilkan hormon kelenjar tiroid yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka "pabrik pengolahnya" pun harus utuh berfungsi.
Baca Juga: Walaupun Tak Dicantumkan dalam Kemasan, Waspada Kandungan Gula dalam Minuman Kekinian
"Apa yang penting dari yodium dikeluarkan tubuh dalam bentuk T4 (Tiroksin), tetapi yang bekerja secara aktif adalah T3 (Triiodotironin). Yodium memiliki peranan penting dalam proses sintesis hormon.
“Ketika T4 masuk ke dalam sel, barulah terjadi fungsi tiroid dengan benar. Jika hal ini tidak berjalan dengan semestinya, gangguan tiroid akan terjadi dan mengganggu semua sistem di dalam tubuh," jelas dr. Tjok.
Itulah tiga fakta penting tentang hormon tiroid yang perlu diketahui agar kita, khususnya pekerja di usia produktif, terhindar dari ancaman penyakit tiroid. (Syanne Susita)