PejuangKantoran.com - Ketika Presiden Jokowi mengizinkan masyarakat untuk lepas masker pada awal 2023, perusahaan-perusahaan pun mewajibkan karyawan untuk kembali bekerja di kantor.
Namun di Amerika, hingga saat ini banyak perusahaan yang masih berupaya keras untuk membuat karyawan bersedia bekerja di kantor lagi.
Ironisnya, hal itu terutama terjadi di perusahaan-perusahaan teknologi yang saat pandemi justru pertama kali meminta karyawan untuk bekerja dari rumah seperti Google, Amazon, Microsoft, bahkan Zoom.
Baca Juga: 4 Langkah Memilih Energy Bar Yang Tepat Agar Olah Raga Kamu Lebih Maksimal
Di tengah serangkaian perintah kembali ke kantor dari para raksasa teknologi, Spotify tidak melihat perlunya memperlakukan stafnya seperti "anak-anak" dan mengakhiri kebijakan bekerja dari rumah.
Spotify melakukan perombakan dengan memberhentikan 17% stafnya pada Desember 2023, dalam suatu langkah yang diakui CEO Daniel Ek berdampak lebih besar pada operasional daripada yang diantisipasi perusahaan.
Keputusan tersebut telah membantu menggandakan nilai pasar Spotify tahun ini, karena grup tersebut mencatat rekor pendapatan kuartalan sambil memangkas biaya.
Namun, di dalam Spotify, PHK tersebut telah mengguncang moral. Bagi mereka yang selamat dari perampingan karyawan, sepertinya tidak akan ada rencana yang lebih melemahkan moral daripada memutus kebijakan Spotify untuk "work from anywhere".
"Kamu tidak bisa menghabiskan banyak waktu untuk mempekerjakan orang dewasa dan kemudian memperlakukan mereka seperti anak-anak," kata Chief Human Resources Officer Spotify, Katarina Berg, menjelaskan kebijakan lokasi kerja yang fleksibel di grup tersebut.
"Bisnis kami sudah digital sejak awal, jadi mengapa kami tidak memberikan fleksibilitas dan kebebasan kepada karyawan kami?
Baca Juga: 3 Tanda Kamu Tidak Bekerja dengan Baik Selama Ini, Salah Satunya Terlalu Lama Bekerja
"Kerja kan bukan masalah tempat yang kamu datangi, melainkan sesuatu yang kamu lakukan," kilahnya. Eh, bener juga ya?
Bukan pengaturan ideal
Pada bulan Februari 2021, Spotify bergabung dengan beberapa grup teknologi lain yang mengizinkan karyawannya untuk work from anywhere.
Hal ini memungkinkan karyawan untuk memilih di mana dan bagaimana mereka bekerja, asalkan perusahaan tersebut memiliki kantor di wilayah hukum tersebut.
Artikel Terkait
Kemitraan BRILink Bantu Mantan Karyawan Minimarket Ini Sukses Punya Toko Sendiri
Lowongan Kerja di TikTok: Bergabunglah dengan Tim Kreatif Sebagai Campaign Lead
Keputusan Wasit Ahmed AL Kaf Memang Menyebalkan, Namun Hal Itu Konon Masih Dalam Koridor Peraturan. Benarkah?
Hindari Perilaku Boros Air Seperti Ini Agar Tak Terjadi Krisis Air
Usulan Program Riverway di Jakarta, Ridwan Kamil Optimis, Rano Karno Pesimis
Mengapa Perusahaan Perlu Lebih Mencermati Biaya Work from Anywhere?
Kenapa Kesehatan Mental di Tempat Kerja itu Penting?