Chief HR Spotify Bilang, Karyawan Remote Bukan Anak-anak yang Harus Diatur. Hm... Apa Ya, Maksudnya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 08:37 WIB
Untuk mendorong karyawannya datang ke kantor, Spotify menyelenggarakan sesi "Listening Lounge" yang menampilkan showcase artis-artis musiknya. (LinkedIn @Spotify )
Untuk mendorong karyawannya datang ke kantor, Spotify menyelenggarakan sesi "Listening Lounge" yang menampilkan showcase artis-artis musiknya. (LinkedIn @Spotify )

PejuangKantoran.com - Ketika Presiden Jokowi mengizinkan masyarakat untuk lepas masker pada awal 2023, perusahaan-perusahaan pun mewajibkan karyawan untuk kembali bekerja di kantor

Namun di Amerika, hingga saat ini banyak perusahaan yang masih berupaya keras untuk membuat karyawan bersedia bekerja di kantor lagi.

Ironisnya, hal itu terutama terjadi di perusahaan-perusahaan teknologi yang saat pandemi justru pertama kali meminta karyawan untuk bekerja dari rumah seperti Google, Amazon, Microsoft, bahkan Zoom.

Baca Juga: 4 Langkah Memilih Energy Bar Yang Tepat Agar Olah Raga Kamu Lebih Maksimal

Di tengah serangkaian perintah kembali ke kantor dari para raksasa teknologi, Spotify tidak melihat perlunya memperlakukan stafnya seperti "anak-anak" dan mengakhiri kebijakan bekerja dari rumah.

Spotify melakukan perombakan dengan memberhentikan 17% stafnya pada Desember 2023, dalam suatu langkah yang diakui CEO Daniel Ek berdampak lebih besar pada operasional daripada yang diantisipasi perusahaan.

Keputusan tersebut telah membantu menggandakan nilai pasar Spotify tahun ini, karena grup tersebut mencatat rekor pendapatan kuartalan sambil memangkas biaya.

Namun, di dalam Spotify, PHK tersebut telah mengguncang moral. Bagi mereka yang selamat dari perampingan karyawan, sepertinya tidak akan ada rencana yang lebih melemahkan moral daripada memutus kebijakan Spotify untuk "work from anywhere".

"Kamu tidak bisa menghabiskan banyak waktu untuk mempekerjakan orang dewasa dan kemudian memperlakukan mereka seperti anak-anak," kata Chief Human Resources Officer Spotify, Katarina Berg, menjelaskan kebijakan lokasi kerja yang fleksibel di grup tersebut.

"Bisnis kami sudah digital sejak awal, jadi mengapa kami tidak memberikan fleksibilitas dan kebebasan kepada karyawan kami?

Baca Juga: 3 Tanda Kamu Tidak Bekerja dengan Baik Selama Ini, Salah Satunya Terlalu Lama Bekerja

"Kerja kan bukan masalah tempat yang kamu datangi, melainkan sesuatu yang kamu lakukan," kilahnya. Eh, bener juga ya?

Bukan pengaturan ideal

Pada bulan Februari 2021, Spotify bergabung dengan beberapa grup teknologi lain yang mengizinkan karyawannya untuk work from anywhere.

Hal ini memungkinkan karyawan untuk memilih di mana dan bagaimana mereka bekerja, asalkan perusahaan tersebut memiliki kantor di wilayah hukum tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X