Hal itu disetujui ekonom dan profesor MIT Daron Acemoglu, yang bilang hanya 5% pekerjaan dapat digantikan atau dibantu oleh AI dalam 10 tahun ke depan.
"Banyak uang akan terbuang karena perusahaan dan pebisnis tidak akan mendapatkan revolusi ekonomi dari 5% itu," tegasnya.
Daron berpendapat bahwa penerapan AI belum dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas yang dilakukan manusia. Ia juga memperkirakan bahwa teknologi ini tidak akan cukup maju dalam waktu dekat.
Baca Juga: Berbagai Tipe Running Shoes (Sepatu Lari), Jangan Salah Pilih dan Asal Beli Yang Termahal
Ia menjelaskan, "AI mungkin dapat melakukan beberapa pekerjaan dengan pengawasan manusia. Namun, di sebagian besar pekerjaan, AI tidak bisa melakukannya."
Kekhawatiran tentang penerapan AI dalam mengambil alih pekerjaan ini muncul ketika GenZ memicu tren lain yang dijuluki great detachment. Detasemen besar adalah penurunan keterlibatan karyawan karena ketidakpuasan di antara pekerja.
Berdasarkan jajak pendapat dari Gallup, ditemukan bahwa ada penurunan keterlibatan Gen Z dan milenial muda sebesar 5%.
Bahkan, CEO American Staffing Association Richard Wahlquist mengatakan bahwa secara keseluruhan diperkirakan tiga dari 10 karyawan sudah tidak terlibat aktif di tempat kerja. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Cek Tips Menjual Emas Batangan!
iPhone 16 Boleh Dibeli di Luar Negeri, Asal Tidak Diperjualbelikan di Indonesia. Kok Gitu?
Gen Z Mulai Sadar Investasi, Simak Tips Cerdas Investasi Properti Berikut Ini
Marak Modus Penipuan, Simak Cara Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu!
7 Pose Mendasar Yoga Untuk Pemula Serta Manfaat Pose-Pose Tersebut
Raffi Ahmad Membeli Hunter Davinci, Motor Listrik Buatan Indonesia Seharga Rp750 juta. Ini Alasan Membelinya.
Musim Pancaroba Kudu Sehat Jiwa Raga. Berikut Minuman Herbal Yang Direkomendasikan Untuk Itu