Silent Firing, Tren Baru yang Merugikan Karyawan. Betulkah Amazon sedang Mempraktikkannya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 1 November 2024 | 08:09 WIB
Ilustrasi: Silent firing kini menjadi tren baru di dunia kerja. Bagaimana taktik perusahaan memecat karyawan? (Freepik/Master1305)
Ilustrasi: Silent firing kini menjadi tren baru di dunia kerja. Bagaimana taktik perusahaan memecat karyawan? (Freepik/Master1305)

PejuangKantoran.com - Ada berbagai tren di dunia kerja yang selama ini terjadi. Sebut saja great resignation atau pengunduran diri besar-besaran, dan  quite quitting atau berhenti secara diam-diam.

Ada lagi, moonlighting atau bekerja sambilan, dan rage applying atau melamar ke banyak pekerjaan sekaligus.

Namun sekarang ini ada tren di dunia kerja yang mengkhawatirkan, yaitu silent firing atau pemecatan diam-diam. Ini menjadi tren yang sudah mulai menguasai dunia kerja.

Baca Juga: Berikut Ini 16 Tips Cara Produktif Mengatasi Rasa Bosan Atau Jenuh Di Kantor

Di saat para pekerja khawatir bahwa mereka bisa kehilangan pekerjaan karena kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di masa depan, beberapa ahli mengklaim bahwa hal itu sudah terjadi.

New York Post melaporkan bahwa para pemberi kerja mulai melakukan pemecatan diam-diam atau membuat pekerjaan menjadi sangat sulit.

Akibatnya karyawan menyerah dan memilih mengundurkan diri, sehingga kemudian digantikan oleh AI.

Perusahaan Amazon sudah melakukannya

Menurut menurut George Kailas, CEO Prospero.Ai dan kontributor Fast Company, silent firing inilah yang sedang dijalankan Amazon ketika memaksa karyawannya datang ke kantor lima hari dalam seminggu.

Padahal, sebagian besar dari mereka menyatakan ketidakpuasan dengan kebijakan kembali ke kantor ini. Akibatnya, sebuah survei yang dilaporkan oleh The Post menyebut bahwa 73% pekerja mempertimbangkan untuk berhenti.

Baca Juga: BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal Untuk UMKM Agar Meningkatkan Daya Saing Produk

George mengatakan, meskipun ada data yang membuktikan bahwa kerja jarak jauh meningkatkan produktivitas, tetapi Amazon justru memecat pekerja secara diam-diam dengan memberlakukan kebijakan yang tidak memuaskan karyawan.

“Karena cara terbaik bagi mereka untuk mengurangi retensi sekaligus menghemat pesangon adalah dengan menghapus kerja jarak jauh,” ujarnya.

Tren ini sangat mengkhawatirkan

George menyebut tren ini semakin mengkhawatirkan karena para ahli menganalisa bahwa saat ini penerapan AI di dunia kerja belum sebesar yang dibayangkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: NDTV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X