Angka Kelahiran Semakin Turun, Pemerintah Korea Selatan Buat Kebijakan yang Menguntungkan Pasutri Bekerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 November 2024 | 16:20 WIB
PEMERINTAH Korea Selatan juga meluncurkan lebih banyak langkah untuk memberi insentif kepada karyawan untuk memiliki anak. (Oksana Fishkis)
PEMERINTAH Korea Selatan juga meluncurkan lebih banyak langkah untuk memberi insentif kepada karyawan untuk memiliki anak. (Oksana Fishkis)

Pejuangkantoran.com - Selain terkenal dengan K-Pop dan K-Drama, salah satu hal negatif yang terkenal di Korea Selatan adalah tren budaya perusahaan yang sangat menuntut.

Menurut jajak pendapat yang dirilis pada Oktober 2024, satu dari empat pekerja tidak dapat meninggalkan tempat kerja tepat waktu dengan alasan utama beban kerja yang berlebihan dan budaya kantor.

Work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang buruk, disebut sebagai alasan utama tingkat kesuburan di Korea Selatan mencapai rekor terendah pada 2023, yaitu 0,72 kelahiran per orang.

Situasi ini oleh para politisi disebut sebagai keadaan darurat nasional.

Baca Juga: Korea Selatan Butuh 110.000 Tenaga Kerja Pengasuh Anak Profesional gegara Perilaku Generasi Milenial

Hasil laporan OECD

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) atau Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, mencatat bahwa pekerja Korea Selatan menghabiskan rata-rata 1.872 jam untuk bekerja per 2023.

Padahal, waktu kerja rata-rata untuk negara-negara OECD adalah 1.742 jam.

Dalam laporan prospek ekonomi yang dirilis pada Juli 2023, OECD mengaitkan penurunan angka kelahiran di Korea Selatan dengan beberapa faktor, termasuk iklim sosial yang menantang sehingga sulit untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga.

OECD menekankan perlunya mengurangi jam kerja untuk meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dan membantu memulihkan tren kesuburan.

Mereka menyarankan perluasan cuti orang tua untuk semua pekerja dan memperluas fasilitas penitipan anak di tempat umum dan tempat kerja.

Baca Juga: Lelaki Milenial Korea Selatan Kian Banyak Urus Rumah Tangga, Tak Lagi Jadi Pejuang Kantoran, Tidak Aktif secara Ekonomi Pula

Strategi Pemerintah Korea Selatan

Saat ini, pemerintah Korea Selatan mulai menargetkan usaha kecil dan menengah (UKM), yang menyumbang 83% lapangan kerja di negara tersebut, untuk mempromosikan budaya kerja yang lebih baik dalam rangka mengurangi tingkat kelahiran yang menurun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Inquirer.net

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X