Begini Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Kasar dan Suka Menciptakan Konflik di Tempat Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 Maret 2025 | 08:57 WIB
Ilustrasi: Terkadang, perilaku rekan kerja yang kasar dipicu rasa insecure atau stres. (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Terkadang, perilaku rekan kerja yang kasar dipicu rasa insecure atau stres. (Freepik/Yanalya)

Contohnya sebagai berikut:
"Mari kita fokus pada solusi."
"Lebih baik kita menjaga pembicaraan ini tetap produktif."

4. Tetapkan batasan yang jelas

Ini bukan hanya bagaimana melindungi diri sendiri, tetapi juga mengajarkan orang lain bagaimana cara berinteraksi dengan kamu.

Baca Juga: BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri bagi Karyawan dan Nasabah

Misalnya, jika seorang rekan kerja terus menginterupsi saat rapat, kamu bisa mengatakan:

"Saya rasa semua orang akan senang kalau bisa menyampaikan pemikiran sampai tuntas, termasuk saya. Sebelum kita melanjutkan, saya ingin memastikan masukan saya didengar."

Jika seorang rekan kerja menggunakan nada merendahkan, tanggapi dengan:

"Saya lebih suka berbicara satu sama lain dengan orang yang bisa saling menghormati. Bisa kita ulang dari awal?"

Untuk meredakan konflik, kuncinya adalah bersikap langsung tetapi tetap tenang. Ungkapkan bagaimana perilaku tersebut memengaruhi kamu tanpa terdengar menuduh.

5. Ajak kerja sama

Baca Juga: Akibat IHSG Trading Halt 30 Menit, Marina Budiman Kehilangan Setengah Kekayaannya dalam Waktu 3 Hari

Terkadang, alasan rekan kerja bertindak kasar karena insecure atau stres. Dengan mengalihkan perhatian ke tujuan bersama, kamu akan menetralisasi permusuhan.

Ajukan pertanyaan seperti untuk bekerja sama seperti:

"Bagaimana kita bisa bekerja sama untuk menyelesaikan ini?"
"Apa cara terbaik bagi kita supaya progress kita bisa terus jalan?"

6. Dokumentasikan, dan laporkan saat dibutuhkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X