Pejuangkantoran.com - Dengan kemajuan teknologi AI generatif, batas antara konten asli dan hasil rekayasa digital semakin kabur.
Sekarang semua orang bisa memalsukan gambar, suara, dan wajah dengan sangat realistis dalam waktu singkat.
Kondisi ini menimbulkan risiko serius bagi perusahaan, pemerintah, dan individu karena penipuan identitas bisa dilakukan dengan metode yang jauh lebih canggih.
Di dunia kerja, teknologi AI bisa menimbulkan pelamar kerja palsu yang menjadi ancaman besar bagi perusahaan karena dapat digunakan untuk aksi kejahatan.
Misalnya saja pencurian data, mencari keuntungan finansial, hingga spionase.
Diperkirakan pada 2028, satu dari empat kandidat merupakan hasil rekayasa yang sebagian besar menggunakan teknologi AI.
Para perekrut mulai menyadari ancaman ini lewat tanda-tanda gerakan aneh dalam wawancara video.
Sayangnya, perlindungan yang ada saat ini masih belum cukup kuat untuk menahan serangan yang semakin canggih.
Baca Juga: 3 dari 4 Pencari Kerja Pakai AI untuk Mencari Pekerjaan, Siapa Mayoritas Pemakainya?
Penipuan identitas jadi tantangan baru di dunia rekrutmen
Penipuan identitas telah lama menjadi masalah di berbagai sektor, khususnya di industri keuangan.
Namun, kini para pelaku tak lagi perlu beroperasi secara diam-diam.
Mereka dapat tampil langsung dalam rapat video menggunakan wajah dan suara palsu yang tampak begitu meyakinkan hingga sulit dibedakan dari yang asli. Suara yang dihasilkan AI pun sering dianggap asli oleh orang yang diajak bicara.
Proses wawancara juga mulai disusupi dengan trik baru. Caranya dengan membuat seperti seseorang hadir saat wawancara, padahal yang mulai bekerja di hari pertama bukan orang tersebut.
Artikel Terkait
6 Cara Agar Si Pewawancara Pemula Bisa Sukses Melakukan Wawancara dengan Para Pelamar
4 Modus Penipuan Akun Google yang Harus Diwaspadai, dari Deepfake hingga Link Hovering
Hampir 2 dari 3 Pelamar Menggunakan AI untuk Membantu Proses Lamaran Kerja Mereka
AI Career Coach Makin Jadi Pilihan untuk Menganalisis Skill, Minat, sampai Tren Pasar Kerja
3 dari 4 Pencari Kerja Pakai AI untuk Mencari Pekerjaan, Siapa Mayoritas Pemakainya?
Penggunaan AI Chatbot di Kantor Ternyata Belum Memberi Dampak untuk Gaji yang Lebih Besar