Perusahaan Harus Waspada Terhadap Potensi Pelamar Menggunakan Deepfake di Proses Perekrutan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 10:35 WIB
Waspada dan hati-hati bagi Departemen HR dan rekruter, potensi job interview menggunakan deepfake makin besar. (Freepik)
Waspada dan hati-hati bagi Departemen HR dan rekruter, potensi job interview menggunakan deepfake makin besar. (Freepik)

Profil palsu di LinkedIn, resume, dan dokumen pendukung pelamar menjadi semakin mudah dibuat hanya dalam hitungan menit dengan teknologi AI.

Departemen sumber daya manusia sering menjadi sasaran empuk karena keterbatasan staf dan teknologi yang sudah usang.

Pelaku kejahatan cyber kini lebih memilih jalur rekrutmen sebagai celah masuk, dibandingkan meretas sistem teknologi yang rumit.

Bahkan rekaman wawancara dapat digunakan untuk serangan deepfake di masa depan atau untuk mendapatkan informasi penting yang berbahaya bagi perusahaan.

Baca Juga: Kejahatan Menggunakan Deepfake dan Uang Kripto di Asia Tenggara Sebabkan Kerugian Hingga Rp575,1 Triliun!

Meningkatkan keamanan rekrutmen untuk melindungi organisasi

Untuk mengatasinya, perusahaan perlu mulai meninjau ulang dan memperkuat sistem keamanan dalam setiap tahap proses rekrutmen.

Langkah-langkah khusus harus diterapkan agar mampu mengidentifikasi dan menangani penipuan berbasis AI dengan cepat dan tepat.

Kesadaran tim HR terhadap ancaman deepfake dan penipuan digital juga harus ditingkatkan melalui pelatihan khusus.

Teknologi verifikasi konten audio dan video yang canggih juga harus digunakan untuk mendeteksi manipulasi dan memberikan peringatan dini jika ditemukan konten palsu.

Perusahaan harus menyadari bahwa mengontrol akses sistem dari luar saja tidak cukup untuk menjamin keamanan.

Setiap konten digital yang digunakan dalam pengambilan keputusan, terutama di proses wawancara, harus bisa dipercaya dan terverifikasi keasliannya.

Dengan begitu, seluruh ekosistem perusahaan akan terlindungi, mulai dari karyawan, manajemen, hingga data strategis yang sangat penting agar tetap aman dari risiko penipuan dan pemerasan yang semakin kompleks. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X