Pekerjaan dengan tingkat kepuasan terendah
Sementara itu, pekerjaan di sektor dapur, transportasi, penyimpanan, manufaktur, dan penjualan menjadi contoh profesi yang tingkat kepuasannya tergolong rendah.
Pekerjaan lain seperti penjaga keamanan, pelayan restoran, pengantar surat, tukang kayu, dan bahkan insinyur kimia pun masuk ke dalam kategori ini.
Tingkat kepuasan yang rendah ini sering kali disebabkan oleh tekanan kerja yang tinggi, rutinitas yang monoton, serta minimnya kontrol terhadap cara bekerja.
Pola kerja yang terlalu kaku dan tanggung jawab berlebihan tanpa dukungan emosional maupun sosial, juga bisa membuat pekerja merasa terlepas dari makna pekerjaannya.
Sementara profesi wiraswasta justru dianggap lebih memuaskan karena memberikan keleluasaan dalam menentukan jadwal dan arah kerja secara independen.
Mungkin tak sama di tiap negara
Meski telah mendapatkan hasilnya, tetapi para peneliti menekankan untuk tetap mempertimbangkan konteks budaya dalam memahami temuan ini.
Ini karena hal yang dirasa memuaskan di suatu negara belum tentu berdampak yang sama di negara lain.
Namun, secara umum studi ini memberi gambaran baru bahwa kepuasan kerja tidak hanya bergantung pada gaji atau jabatan.
Justru aspek seperti makna, rasa pencapaian, dan kebebasan menjadi faktor utama yang mendorong seseorang merasa puas dalam menjalani pekerjaannya. ***
Artikel Terkait
Ada Tambahan Kemampuan Berbahasa Inggris untuk Profesi Sopir Taksi maupun Bus di Jepang
3 Daya Tarik Profesi Perawat Kesehatan untuk Generasi Z
Pramugari Jadi Profesi Impianmu? Nih Emirates Bakal Rekrut 5.000 Awak Kabin pada 2024
7 Profesi Selain Dokter dan Nakes yang Harus Siap Bekerja di Hari Libur dan Tanggal Merah
7 Pekerjaan Freelance yang Paling Menjanjikan di 2025, Wajib Kamu Coba!
3 dari 4 Pencari Kerja Pakai AI untuk Mencari Pekerjaan, Siapa Mayoritas Pemakainya?