PejuangKantoran.com - Rasa terima kasih yang sesungguhnya lebih dari sekadar ucapan “terima kasih” yang sopan.
Ini adalah penghargaan tulus, yang bisa dilakukan dengan mengatakan bahwa kamu menghargai upaya orang tersebut. Kalau mau yang lebih formal, kamu bisa memberi penghargaan secara tertulis.
Namun, yang paling penting adalah budaya ini selalu tertanam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di tempat kerja.
“Rasa syukur di tempat kerja mengacu pada suasana dan budaya saat berterima kasih, dan merayakan pencapaian satu sama lain merupakan hal yang biasa,” ujar Seth Willis, penasihat bisnis dan pembinaan budaya di Great Place To Work.
Menurutnya, perusahaan harus bisa menciptakan lingkungan agar setiap orang memiliki kesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan menerimanya dari orang lain, baik dalam program formal maupun informal.
Tampilannya bisa disesuaikan dengan tempat kerja. Misalnya, mendorong karyawan untuk menominasikan rekan kerja yang menjadi teladan nilai-nilai perusahaan, atau membuat halaman intranet agar karyawan bisa memberi penghargaan secara tertulis.
Lalu, rasa terima kasih tidak harus selalu berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya di David Weekley Homes, CEO dan COO mereka bahkan secara pribadi mengirim email kepada anggota tim yang sedang merayakan ulang tahun.
Lima bahasa apresiasi
Meskipun ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih, tetapi cara-cara tersebut dapat disaring menjadi lima “bahasa apresiasi”.
Istilah ini diciptakan oleh penulis Gary Chapman dan Paul White dalam buku The 5 Languages of Appreciation in the Workplace.
Baca Juga: JAFF Market 2025 Diharapkan Bisa Menyaingi Pasar Film Asia seperti Busan International Film Festival
Kelima bahasa apresiasi tersebut adalah:
• Kata-kata penegasan, misalnya dengan memuji rekan kerja, baik secara lisan maupun tertulis.
• Waktu berkualitas, dengan cara memberikan perhatian penuh kepada rekan kerja.
• Tindakan pelayanan, seperti menawarkan bantuan saat dibutuhkan.
• Hadiah, yang sesuai dengan hobi atau minatnya.
• Sentuhan fisik, seperti menjabat tangan, tos-tosan, tepukan di bahu, atau bentuk kontak fisik lain yang sesuai di tempat kerja.
Artikel Terkait
Tak Pernah Diajak Meeting Lagi? Sepertinya Kamu Dipecat secara Halus oleh Perusahaan!
Wisata Sains Makin Diminati Wisatawan Dunia, Ini 6 Tur Paling Menarik yang Bisa Kamu Coba
BRInita Raih Penghargaan dari Mata Lokal Fest melalui Program Pertanian Kota yang Inklusif
Wamenaker Geram HRD Sebut Job Fair sebagai Acara Formalitas Perusahaan: 'Nggak Tanggung Jawab!'
Saat ini Reverse Mentorship Mulai Banyak Dijalankan Oleh Perusahaan. Apa Itu dan Apa Manfaatnya?
6 Kebiasaan Yang Sering Kamu Lakukan Namun Bisa Menghambat Kamu Untuk Menjadi Pribadi Lebih Baik
Tak Cukup Hanya Terima Kasih, Atasan Harus Bisa Akui Kerja Keras Karyawannya. Ini 4 Manfaatnya Untuk Perusahaan!