Bahasa Apresiasi atau Ungkapan Syukur Tiap Orang Berbeda, Nggak Harus Bilang Terima Kasih

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Juni 2025 | 18:19 WIB
Ilustrasi: Ada banyak cara untuk menunjukkan bahasa apresiasi terhadap rekan kerja yang dianggap sangat membantu. (Pexels/William Fortunato)
Ilustrasi: Ada banyak cara untuk menunjukkan bahasa apresiasi terhadap rekan kerja yang dianggap sangat membantu. (Pexels/William Fortunato)

PejuangKantoran.com - Rasa terima kasih yang sesungguhnya lebih dari sekadar ucapan “terima kasih” yang sopan.

Ini adalah penghargaan tulus, yang bisa dilakukan dengan mengatakan bahwa kamu menghargai upaya orang tersebut. Kalau mau yang lebih formal, kamu bisa memberi penghargaan secara tertulis.

Namun, yang paling penting adalah budaya ini selalu tertanam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di tempat kerja.

Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Untuk Mengukur Sentimen Pelaku UMKM dan Menjadi Acuan Dalam Menyusun Kebijakan

“Rasa syukur di tempat kerja mengacu pada suasana dan budaya saat berterima kasih, dan merayakan pencapaian satu sama lain merupakan hal yang biasa,” ujar Seth Willis, penasihat bisnis dan pembinaan budaya di Great Place To Work.

Menurutnya, perusahaan harus bisa menciptakan lingkungan agar setiap orang memiliki kesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan menerimanya dari orang lain, baik dalam program formal maupun informal.

Tampilannya bisa disesuaikan dengan tempat kerja. Misalnya, mendorong karyawan untuk menominasikan rekan kerja yang menjadi teladan nilai-nilai perusahaan, atau membuat halaman intranet agar karyawan bisa memberi penghargaan secara tertulis.

Lalu, rasa terima kasih tidak harus selalu berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya di David Weekley Homes, CEO dan COO mereka bahkan secara pribadi mengirim email kepada anggota tim yang sedang merayakan ulang tahun.

Lima bahasa apresiasi

Meskipun ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih, tetapi cara-cara tersebut dapat disaring menjadi lima “bahasa apresiasi”.

Istilah ini diciptakan oleh penulis Gary Chapman dan Paul White dalam buku The 5 Languages of Appreciation in the Workplace.

Baca Juga: JAFF Market 2025 Diharapkan Bisa Menyaingi Pasar Film Asia seperti Busan International Film Festival

Kelima bahasa apresiasi tersebut adalah:

• Kata-kata penegasan, misalnya dengan memuji rekan kerja, baik secara lisan maupun tertulis.
• Waktu berkualitas, dengan cara memberikan perhatian penuh kepada rekan kerja.
• Tindakan pelayanan, seperti menawarkan bantuan saat dibutuhkan.
• Hadiah, yang sesuai dengan hobi atau minatnya.
• Sentuhan fisik, seperti menjabat tangan, tos-tosan, tepukan di bahu, atau bentuk kontak fisik lain yang sesuai di tempat kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Great Place To Work

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X