3 Cara Memandang Work-Life Balance: Jangan Memaksa Melakukan Semua Hal secara Bersamaan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 5 Juni 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi: Work-life balance bisa dicapai jika kamu memilih menjalankan salah satu prioritas dalam hidup. (Freepik)
Ilustrasi: Work-life balance bisa dicapai jika kamu memilih menjalankan salah satu prioritas dalam hidup. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Saat ini, banyak ahli mengatakan pentingnya para pekerja untuk memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau biasa disebut dengan work-life balance.

Namun, seperti apa sebenarnya keseimbangan itu?
Salah satu cara untuk berpikir tentang work-life balance adalah dengan sebuah konsep yang dikenal sebagai The Four Burners Theory atau Teori Empat Tungku.

Bayangkan kehidupan kamu diwakili oleh sebuah kompor dengan empat tungku di atasnya, yang setiap tungkunya melambangkan satu hal utama dalam hidup kamu, yaitu:

Baca Juga: Batik Parang Kaliurang 'Limited Edition', UMKM Binaan Desa BRILiaN dari Kalurahan Hargobinangun

• Tungku pertama mewakili keluarga
• Tungku kedua adalah teman-teman
• Tungku ketiga adalah kesehatan
• Tungku keempat adalah pekerjaan

Teori Empat Tungku mengatakan bahwa untuk menjadi sukses, kamu harus memotong salah satu tungku. Namun, jika ingin benar-benar sukses, kamu harus memadamkan dua tungku.

Tiga pandangan mengenai teori ini

Dari teori tersebut, pada dasarnya manusia dipaksa untuk memilih. Apakah kamu lebih suka menjalani hidup yang tidak seimbang, tetapi berkinerja tinggi di bidang tertentu? Atau menjalani hidup yang seimbang, tetapi tidak pernah memaksimalkan potensi di tungku tertentu?

James Clear, penulis buku terlaris No.1 di New York Times, Atomic Habits, menjelaskan cara terbaik mengatasi masalah work-life balance dengan tiga cara berpikir tentang Teori Empat Tungku.

Baca Juga: Human-Centered Artifical Intelligence, AI Yang Sedang Dikembangkan Yang Bakal Mendukung Manusia Atau Malah Menggantikannya?

1. Mengalihdayakan tungku

Ini memungkinkan kamu menghemat waktu dan menggunakannya di tempat lain. Pekerjaan adalah contoh terbaik. Bagi banyak orang, pekerjaan adalah tungku terpanas di atas kompor.

Cara mengalihdayakannya adalah dengan mendapatkan bantuan dari orang lain untuk melakukannya.

Jika pekerjaan sudah mulai tak tertangani, mungkin sudah saatnya kamu mendelegasikan beberapa di antaranya kepada orang yang bisa melakukannya.

2. Terima keterbatasan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: James Clear

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X