PejuangKantoran.com - Apakah kamu pernah dipuji di tempat kerja, seperti “Kerja kamu keren banget!” atau “Tadi kamu presentasi bagus banget!”? Jika pernah, bagaimana cara menanggapi pujian yang pernah kamu lakukan?
Jika kamu malah jawab, “Ah, cuma kebetulan saja” atau “Apaan, jelek kok”, sebaiknya jangan diulangi lagi, ya.
Kalimat tersebut bisa memberikan kesan kalau kamu menyepelekan pujian, yang ternyata bisa jadi bumerang untuk karir maupun hubungan pribadi kamu dengan rekan kerja.
Baca Juga: Ketahui dan Pahami 5 Faktor Penyebab Seseorang Mempunyai Perilaku Manipulatif !
Menurut Jessica Chen, CEO Soulcast Media dan pakar komunikasi global, banyak orang merasa canggung saat menerima pujian karena takut dibilang sombong.
Namun, lewat bukunya Smart, Not Loud, ia menjelaskan bahwa menerima pujian itu penting. Bukan hanya untuk karir, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih hangat dengan orang-orang di sekitar kamu.
Agar lebih nyaman menerima pujian, kamu perlu mengubah cara pandang soal pujian.
Biasakan diri untuk menunjukkan kontribusi dan hasil kerja kamu, bukan menyimpannya diam-diam dengan harapan “orang juga pasti tahu sendiri”.
Ini bukan soal pamer kok, tetapi masalah strategi.
Lalu, bagaimana cara menanggapi pujian tanpa terkesan malu-malu atau basa-basi? Coba ikuti tiga langkah sederhana ini.
1. Ucapkan terima kasih
Baca Juga: Koleksi Tanaman Hias Sekar Mulyo Binaan BRI di Kota Batu Paling Lengkap di Indonesia
Anggap pujian itu seperti hadiah. Kalau teman memberi kamu kado, pasti kamu tidak akan menolak sambil bilang, “Nggak usah, aku nggak mau.” Kamu pastinya senyum dan bilang, “Wah, makasih ya!”
Nah, begitu juga dengan pujian. Kamu bisa memberikan balasan seperti ini:
“Terima kasih, pujian kamu bikin aku senang banget.”
“Wah, makasih, aku jadi semangat lagi!”
“Aku apresiasi banget kamu notice presentasi aku.”
2. Tambahkan cerita
Artikel Terkait
Berawal Jadi Penyiar TV Dalam Negeri, Abdy Azwar Sekarang Jadi Presenter Berita di KBS News Seoul
Malaysia Bakal Gigit Jari, Tarian Pacu Jalur yang Dibawakan 'King Dikha' Tak Bisa Diakui Negara Lain?
Pentingnya Peran HR dalam Melakukan Mediasi Karyawan saat Terjadi Konflik di Tempat Kerja
Perkembangan AI Mengubah Cara Lulusan Merancang Karir di Masa Depan, Jadi Lebih Positif atau Negatif?
Prilly Latuconsina Ajak Gen Z Aware tentang Penyakit ALS melalui 'Hanya Namamu dalam Doaku'
Ingin Jadi Pemimpin yang Disukai? Tak Perlu Gaya-Gayaan, yang Penting Hadir dan Jujur!
Indeed dan Glassdoor Mulai Andalkan AI, Ribuan Pekerja Entry-Level Paling Cepat Terdampak