PejuangKantoran.com - Di dunia kerja saat ini, makin banyak eksekutif senior, yang sebelumnya duduk di posisi tinggi seperti CEO, CFO, atau CMO, memilih untuk meninggalkan pekerjaan penuh waktu mereka dan menjadi fractional leader, atau bisa kita sebut sebagai pemimpin paruh waktu.
Pemimpin fraksional menjalankan peran penting, tetapi hanya paruh waktu dan bekerja di beberapa perusahaan sekaligus, dengan sistem “bayar sesuai kebutuhan”.
Tren ini makin populer, termasuk di Indonesia, apalagi sejak pandemi membuka mata banyak orang tentang pentingnya waktu, makna hidup, dan kebebasan dalam bekerja.
Baca Juga: Beri Batasan tentang Jam Kerja Kamu dengan Mencantumkan Email Signature, Seperti Ini Caranya!
Apa itu fractional leader?
Pemimpin fraksional adalah profesional tingkat tinggi yang bekerja di beberapa perusahaan sekaligus.
Biasanya jabatan mereka adalah sebagai penasihat atau chief yang bekerja paruh waktu, seperti Chief Marketing Officer (CMO) atau Chief Financial Officer (CFO).
Mereka tidak terikat kontrak penuh waktu, tetapi dibayar sesuai proyek atau kebutuhan tertentu.
Misalnya, satu perusahaan startup mungkin menyewa pemimpin fraksional untuk membangun strategi pemasaran selama 3 bulan, lalu setelahnya beralih ke proyek lain.
Di Indonesia sendiri, konsep ini mulai terlihat dalam bentuk lowongan seperti Freelance Head of Marketing atau Part-time Strategic Advisor.
Banyak perusahaan startup yang belum mampu menggaji eksekutif senior secara penuh waktu, tetapi tetap butuh pengalaman dan keahlian mereka.
Solusinya? Menyewa mereka secara fraksional.
Mengapa fractional leader makin dibutuhkan?
Pandemi mengubah segalanya. Banyak orang, termasuk eksekutif senior, mulai memikirkan ulang soal hidup dan karier. Bekerja 9-to-5 selama lima hari seminggu terasa terlalu mengikat.
Baca Juga: Tanda Tangan Email Bisa Jadi Cara Simpel Menjaga Batasan Kerja, tapi Perhatikan Dulu 3 Hal Ini!
Para pemimpin ini ingin lebih fleksibel sehingga bisa mengatur waktu untuk keluarga, travelling, atau bahkan mengejar passion pribadi. Namun, mereka tidak benar-benar pensiun atau berhenti berkarya.
Selain itu, banyak juga yang merasa lebih puas bekerja dengan beberapa perusahaan kecil atau menengah karena dampak yang diberikan terasa lebih nyata dibanding bekerja di perusahaan besar yang strukturnya rumit.
Manfaat untuk perusahaan
Artikel Terkait
Yuk, Jadikan Hobi Kamu Cuan! Tapi Jangan Buru-Buru Resign, Lakukan Dulu 9 Langkah Ini
Virtual Assistant Manusia Tak Perlu Kuatir Bakal Tergusur Virtual Assistant AI, Lakukan Langkah Nyata Berikut Ini!
7 Kebiasaan yang Dimiliki Tim-tim yang Bisa Bekerja Sama dengan Baik, Tim Kamu Sudah Memilikinya?
Yang Harus Dilakukan sebelum Resign Mendadak, Berikut Contoh Surat Pengunduran Dirinya
Kitab Sijjin & Illiyyin Diakui Sang Sutradara Film Horor yang Paling Banyak Adegan Gore-nya
Strategi Baru untuk Monetisasi WhatsApp, Meta Janji Tetap Nyaman bagi Pengguna Meski Ada Iklan
Cara Menulis Surat Pengunduran Diri dengan Bantuan ChatGPT, Beda Alasan Beda Juga Prompt yang Harus Ditulis!