- Jujur soal PHK. Jangan takut untuk menyebutkan di surat lamaran. Menurut survei, 94% pencari kerja justru lebih diterima saat jujur soal alasan menganggur.
- Isi celah di CV. Kalau sempat menganggur, jangan ragu mengikuti kursus, mendapatkan sertifikat, atau mempelajari keterampilan baru, tingkatkan keterampilan digital dan teknologi, perkuat soft skill. Tuliskan itu semua di CV kamu.
- Bangun portfolio dan personal branding: Rekrutmen pekerja kantoran makin berbasis jejak digital. Kandidat yang punya portofolio online (LinkedIn aktif, GitHub, Medium, Behance, dsb.) lebih mudah dilirik HR.
- Fokus ke networking. Bangun koneksi dengan orang-orang di industri yang kamu incar. Faktanya, banyak peluang datang dari interaksi langsung.
- Cari komunitas pencari kerja. Di sini kamu bisa sharing pengalaman agar lebih semangat dan mendapat inspirasi baru.
Meski pasar kerja sedang sulit, tetapi Escalera menegaskan, “Tak ada karir yang jalannya mulus. PHK itu bukan akhir, tetapi bagian dari perjalanan.” ***
Artikel Terkait
Ini Alasan Kamu Perlu Mengumumkan Pekerjaan Baru di LinkedIn. Kapan Sebaiknya Dilakukan?
6 Jurus Ampuh agar Pengumuman Pekerjaan Baru Kamu di LinkedIn Makin Stand Out
Agar Tidak Biasa, Ini 8 Cara Kreatif Umumkan Pekerjaan Baru di LinkedIn Plus Contohnya!
Capek Nggak Sih Kebiasaan Terlihat Baik-baik Aja, Padahal Nggak? Ternyata Ada Istilahnya!
Gaji Analis IT di Indonesia Ternyata Segini! Ketahui Juga Tugas dan Skill yang Dibutuhkan
Kerja Tanpa Topeng: Cara Perusahaan Bikin Karyawan Merasa Aman Secara Psikologis
Tren Busy Bragging: Ajang Pamer Kesibukan di Tempat Kerja sampai Kewalahan. Demi Apa, Sih?
Pensiun Mikro: Libur Panjang di Tengah Karir, Tren Baru Anak Muda yang Lagi Naik Daun
5 Kiat Minta Bantuan Koneksi di LinkedIn untuk Cari Pekerjaan tanpa Terkesan Memaksa
Bagi Pekerja Kreatif dan Inovatif Wajib Menerapkan Divergent Thinking. Berikut Manfaat dan Alasannya!