PejuangKantoran.com - Kamu pasti punya kenalan yang kalau ngomong, ujung-ujungnya selalu membandingkan dengan dirinya sendiri.
Mereka mungkin tidak selalu berteriak-teriak untuk mencari perhatian atau pamer terang-terangan, tetapi dari cara ngomongnya terkesan kalau pikirannya sering berpusat pada diri sendiri.
Masalahnya, banyak orang egois tidak sadar kalau mereka terdengar begitu. Di kepalanya, apa yang diucapkan itu cuma “jujur” atau “realistis.” Padahal, orang lain yang mendengarnya bisa terkuras energinya.
Baca Juga: 3 Jenis Keterampilan Komputer yang Harus Dicantumkan di CV yang Menunjukkan Level Kamu!
Nah, supaya lebih paham, berikut ini 10 kalimat yang sering diucapkan orang egois dan mengapa kalimat tersebut membuat orang kesal.
1. “Itu bukan masalahku.”
Sekilas terdengar wajar. Namun, kalau terus dipakai untuk menolak mendengarkan masalah orang lain, artinya dia tidak peduli. Padahal cukup dengan menemani, kita sudah menunjukkan empati. Jadi, tidak harus mencari solusi.
2. “Aku kan cuma mau jujur.”
Ini kalimat andalan untuk ngeles setelah ngomong sesuatu yang menyakitkan. Kejujuran memang penting, tetapi kalau dipakai untuk menyakiti orang lalu sembunyi di balik kata “jujur,” itu namanya sirik.
3. “Kamu lebay, ah.”
Kalimat ini meremehkan perasaan orang lain karena maksudnya adalah, “perasaan kamu bikin aku nggak nyaman.” Padahal, setiap orang punya cara berbeda dalam merasakan sesuatu.
4. “Aku sudah berusaha sebaik mungkin lho, kamu nggak boleh marah.”
Niat baik memang penting, tetapi dampaknya juga nggak bisa diabaikan. Orang egois suka menggunakan kalimat ini untuk melepaskan tanggung jawab.
5. “Kamu masih mending, kalau aku....”
Ini juga salah satu tanda orang egois. Saat kamu cerita soal masalah pribadi, dia langsung membalas dengan curhatannya sendiri. Bukannya mendengarkan, malah adu nasib.
Baca Juga: Program Latihan Endurance Untuk Padel dengan 5 Macam Bentuk dan Tujuan Latihan
6. “Saya nggak punya waktu buat ini.”
Kita semua sibuk, tetapi nada kalimat ini biasanya berarti: “Urusan kamu nggak cukup penting buat aku.” Padahal, meluangkan sedikit waktu untuk mendengarkan juga bentuk perhatian.
7. “Memang aku orangnya gini.”
Sekilas seperti self-acceptance, tetapi sebenarnya alasan untuk tidak mau berubah. Kalimat ini sering dipakai untuk menolak kritik.
8. “Kalau aku jadi kamu, aku akan….”
Kesannya seperti sedang memberikan saran, tetapi ujungnya tetap fokus ke dirinya. Alih-alih memahami dari sudut pandang orang lain, mereka lebih sibuk menonjolkan cara berpikirnya sendiri.
9. “Aku nggak ngerti masalahnya apa.”
Kalimat ini meremehkan kesulitan yang dialami orang lain. Seolah-olah kalau dia tidak terganggu, berarti orang lain juga harusnya tidak masalah.
10. “Kamu terlalu sensitif.”
Ini salah satu bentuk gaslighting paling halus. Orang yang merasa disakiti malah disalahkan karena dianggap baperan. Padahal, lebih sehat kalau mau mendengarkan dulu, bukan langsung menuding.
Artikel Terkait
Ini Cara Menghadapi Orang Keras Kepala di Kantor, Kapan Harus Fleksibel, Kapan Harus Tegas!
6 Cara Mengarahkan Si Manipulatif Menjadi Negosiatif Supaya Kerja Tim Optimal
7 Manfaat Kesehatan Kayu Manis: dari Antiinflamasi hingga Kontrol Gula Darah
Cara Instan Bangun Kepercayaan Atau Trust di Tempat Kerja, Mulai dari 7 Kebiasaan Sederhana Ini!
Dari Santai ke Formal, Ini 4 Contoh Email Ucapan Perpisahan Kerja yang Tetap Profesional
5 Efek Buruk Sikap Keras Kepala di Kantor yang Sering Diremehkan, tetapi Bisa Mematikan Kreativitas!
6 Alasan Mengapa Permainan Padel Membutuhkan Endurance atau Daya Tahan Fisik yang Prima