Budaya Kerja yang Menuntut Karyawan untuk Terus Membuktikan Diri Bisa Memicu Kelelahan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 26 September 2025 | 19:44 WIB
Ilustrasi: Terus-terusan diminta untuk menunjukkan pencapaian akan membuat karyawan stres dan kelelahan. (Freepik)
Ilustrasi: Terus-terusan diminta untuk menunjukkan pencapaian akan membuat karyawan stres dan kelelahan. (Freepik)

Penelitian Amy Edmondson tentang psychological safety menambahkan hal penting lainnya. Ketika orang merasa aman untuk bicara, bertanya, atau bahkan membuat kesalahan tanpa takut dipermalukan, kerja tim jadi lebih kolaboratif dan hasilnya lebih baik.

Sebaliknya, kalau suasana kerja terasa seperti ruang sidang, karyawan justru sibuk melindungi diri. Pertanyaan yang muncul pun bukan, “Apa ide terbaik untuk tim?” Melainkan, “Apakah saya sudah cukup baik? Apakah saya aman?”

Baca Juga: Promosi Bukan Hadiah, Ini Alasan Tidak Semua Karyawan Harus (dan Ingin) Jadi Manajer!

Jadi, apa yang bisa dipelajari?

Setiap karyawan tentu ingin dihargai, bukan sekadar diuji terus-menerus. Budaya kerja yang menumbuhkan rasa percaya dan aman bisa membuat orang lebih fokus pada kontribusi nyata, bukan pada laporan pembuktian.

Jadi, hasil akhirnya yang didapatkan bukan hanya karyawan yang lebih sehat secara mental, tetapi juga tim yang lebih kreatif, solid, dan produktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Psychology Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X