Meski Maksudnya Baik, Program Kesehatan Kantor Jarang Dirasakan Manfaatnya oleh Karyawan. Kok Bisa?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 15:05 WIB
Mulai 1 Januari 2026, OJK mewajibkan produk asuransi kesehatan memiliki mekanisme pembagian biaya. (Freepik)
Mulai 1 Januari 2026, OJK mewajibkan produk asuransi kesehatan memiliki mekanisme pembagian biaya. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Banyak kantor sekarang menciptakan program kesehatan untuk karyawan. Ada yang menawarkan sesi terapi online, ada juga yang mengadakan pelatihan mindfulness.

Semua ini ditujukan agar kamu lebih seimbang, lebih semangat kerja, dan lebih produktif.

Kelihatannya memang menarik, tetapi penelitian terbaru justru menunjukkan kalau hasilnya belum selalu sesuai harapan. Ada hal-hal lain yang ternyata lebih berpengaruh besar pada rasa bahagia di tempat kerja.

Penelitian dari Oxford University yang dipimpin William Fleming, meninjau 91 program kesehatan di lebih dari 230 perusahaan dengan melibatkan 46 ribu karyawan.

Hasilnya ternyata jauh dari harapan. Hampir semua program tidak memberi dampak besar pada kesejahteraan karyawan. Walaupun kamu ikut meditasi atau terapi singkat, hasilnya sering kali terasa biasa saja.

Pengecualian justru datang dari program sukarela. Saat kamu diajak ikut kegiatan sosial bersama rekan kerja, ada rasa kebersamaan yang bisa lebih meningkatkan semangat.

Baca Juga: Tolak Aturan 13 Jam Kerja, Seluruh Pekerja di Yunani Demo dan Bikin Satu Negara Lumpuh!

Mengapa strategi kesehatan mental belum cukup?

Banyak perusahaan sekarang memakai pendekatan yang disebut seperti “buffet” kesehatan mental. Artinya, kamu bisa pilih layanan yang sesuai, mulai dari konseling sampai meditasi.

Namun, menurut Ariela Safira, CEO platform kesehatan mental Real, cara seperti ini masih belum tepat sasaran. Masalah utama seperti beban kerja berlebihan, stres berkepanjangan, atau rasa tidak puas dengan pekerjaan tetap ada.

Jadi, wajar kalau kamu merasa program yang ada hanya jadi solusi sementara, bukan jawaban jangka panjang.

Inovasi yang sebenarnya dibutuhkan

Pakar kesehatan seperti Safira dan Richard Safeer dari Johns Hopkins Medicine menilai kantor perlu menciptakan pendekatan yang lebih manusiawi.

Ini karena kamu butuh dukungan yang sesuai dengan kondisi nyata, bukan sekadar solusi instan yang sama untuk semua orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Time Doctor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X