One-on-One Meeting Sering Dianggap Menghabiskan Waktu, Ini Solusi ala CEO Airbnb dan Nvidia

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi: Tidak semua perusahaan bisa menerapkan one on one meeting, selalu sesuaikan dengan kebutuhan. (PejuangKantoran.com/Made by Google AI)
Ilustrasi: Tidak semua perusahaan bisa menerapkan one on one meeting, selalu sesuaikan dengan kebutuhan. (PejuangKantoran.com/Made by Google AI)

PejuangKantoran.comBrian Chesky, pendiri sekaligus CEO Airbnb, belakangan ini jadi sorotan karena keputusan uniknya. Ia berencana menghapus tradisi one on one meeting dari jadwal rutinnya.

Langkah ini terbilang cukup berani, mengingat one on one meeting selama ini dianggap sebagai momen feedback sekaligus untuk membangun hubungan antara pemimpin dan karyawan.

Namun, ternyata Chesky bukan satu-satunya yang berpikir seperti ini. CEO Nvidia Jensen Huang juga melakukan hal yang sama. Ia menghindari pertemuan pribadi dengan karyawan. Dalam sebuah acara di Universitas Stanford, ia menjelaskan alasannya.

Baca Juga: CEO Airbnb Brian Chesky Tak Suka Tradisi One on One Meeting, karena Menurutnya Tidak Efektif

Ternyata, ia ingin informasi di perusahaannya mengalir dengan bebas, tanpa ada percakapan “rahasia” yang hanya diketahui sebagian orang.

“Saya tidak pernah mengatakan sesuatu kepada seseorang yang hanya boleh didengar oleh dia saja. Perusahaan kami dirancang agar informasi bergerak secepat mungkin,” kata Huang.

Tentu saja, baik Chesky maupun Huang tetap membuat pengecualian untuk kondisi tertentu. Jika ada masalah pribadi, sensitif, atau karyawan benar-benar butuh ruang aman, mereka tetap bersedia berdiskusi secara pribadi.

Hanya saja, mereka tidak ingin setiap masalah kecil langsung dijadikan one on one meeting.

Efisiensi vs kedekatan, mana yang lebih penting?

Keputusan ini memang memicu perdebatan. Banyak orang yang percaya bahwa one on one meeting masih penting untuk membangun kepercayaan, mendengarkan keresahan karyawan, dan memberikan arahan khusus.

Chesky pun menyadari hal ini. Karena itu, ia tidak menghapus total pertemuan pribadi, tetapi hanya memindahkan fokus utama ke diskusi kelompok.

Menurutnya, ketika masalah dibahas bersama-sama, solusi bisa ditemukan lebih cepat dan transparansi lebih terjaga.

Pelajaran untuk para pemimpin

Apa yang bisa dipetik dari pendekatan kedua CEO ini? Berikut beberapa prinsip yang bisa diterapkan pemimpin mana pun:

Baca Juga: Jadi Diri Sendiri Itu Baik, tapi Sebaiknya Tidak Selalu Ditunjukkan Sepenuhnya di Kantor. Mengapa?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CEO Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X