Ini Cara Menjual Pengalaman Kerja Kamu yang Sudah Bertahun-tahun di CV dan Wawancara

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Ada jenis font tertentu yang sebaik dihindari dan pantang kamu gunakan untuk menyusun surat lamaran (cover letter) dan CV/resume. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ada jenis font tertentu yang sebaik dihindari dan pantang kamu gunakan untuk menyusun surat lamaran (cover letter) dan CV/resume. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Sudah bertahun-tahun bekerja di satu perusahaan atau bahkan di posisi yang sama? Tenang, itu bukan berarti karier kamu akan mandek. Justru pengalaman panjang tersebut bisa jadi nilai tambah, asal tahu cara menyampaikannya dengan tepat.

Lalu, apa yang harus kamu lakukan jika ingin melamar kerja lagi setelah sebelumnya bekerja dalam waktu lama di satu tempat? Ini panduannya.

Baca Juga: Ternyata Penggunaan AI Tidak Semasif yang Dibayangkan, tapi Penggunanya Punya Kepribadian Unik

Cara menulis CV yang tetap ringkas meski pengalaman panjang

Walaupun pengalaman kamu seabrek, CV tetap harus maksimal dua halaman. Jadi, kuncinya adalah selektif saat menuliskannya.

Tulis semua jabatan yang pernah kamu pegang di perusahaan sebelumnya, lengkap dengan rentang waktunya.

Untuk pengalaman kerja kurang dari 7 – 10 tahun, gunakan bullet point untuk jelaskan secara spesifik apa tugas kamu dan hasilnya. Sementara untuk pengalaman yang lebih lama, cukup tulis ringkasan 2 – 3 kalimat dan tidak perlu dijelaskan sedetail mungkin.

Bagian lain seperti keterampilan, sertifikasi, dan pendidikan juga jangan asal masuk. Sesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang kamu lamar.

Kalau perlu, simpan beberapa versi CV untuk keperluan berbeda agar tinggal kirim tanpa repot edit ulang.

Baca Juga: Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!

Apa pendapat HR tentang karyawan yang terlalu setia?

Loyalitas memang nilai plus. Banyak HR yang melihat kandidat dengan masa kerja panjang sebagai orang yang bisa dipercaya dan stabil. Namun, di sisi lain, mereka juga bisa bertanya-tanya:

“Apakah orang ini bisa beradaptasi di lingkungan baru?”

“Apakah dia cukup ambisius untuk belajar hal baru?”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: The Muse

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X