AI Bikin Kamu Merasa FOBO atau Tidak Dibutuhkan Lagi di Dunia Kerja? Justru Ini Waktunya Kamu Unjuk Keterampilan!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Menghadapai wawancara kerja berbasis AI, kamu mesti menyiapkan beberapa hal yang cukup spesifik. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Menghadapai wawancara kerja berbasis AI, kamu mesti menyiapkan beberapa hal yang cukup spesifik. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau AI memang luar biasa cepat. Teknologi ini dapat membantu manusia dalam banyak hal, tetapi juga membuat sebagian orang merasa cemas.

Banyak pekerja mulai takut jika peran mereka akan tergantikan mesin. Rasa takut menjadi “tidak dibutuhkan lagi” ini disebut FOBO atau Fear of Becoming Obsolete.

Di tengah perubahan besar ini, muncul satu tren baru yang sebenarnya membawa harapan, yaitu perekrutan berbasis keterampilan. Perusahaan mulai menyadari bahwa kemampuan seseorang jauh lebih penting daripada gelar yang tertera di CV-nya.

Baca Juga: Maskapai Ini Raih Sertifikasi Great Place to Work, Satu-satunya di Indonesia

Bukan keterampilannya yang hilang, tetapi cara menggunakannya

FOBO sering muncul karena kamu berpikir bahwa kemajuan teknologi otomatis membuat kemampuan diri tidak relevan. Padahal, bukan keterampilannya yang hilang, melainkan cara memanfaatkannya yang perlu disesuaikan.

AI memang bisa menulis, menganalisis data, atau bahkan membuat desain. Namun, kemampuan seperti komunikasi, berpikir kritis, dan empati tetap hanya bisa dilakukan manusia.

Justru, sekarang keterampilan itu menjadi semakin penting untuk bertahan di dunia kerja yang cepat berubah.

Jika kamu termasuk yang mulai khawatir dengan perkembangan ini, coba ubah cara pandang kamu. Fokuslah pada apa yang sudah kamu bisa dan bagaimana kemampuan itu bisa diterapkan dalam konteks baru.

Misalnya, kalau kamu terbiasa menulis konten, kamu bisa belajar memakai AI untuk riset ide agar hasil kerja jadi lebih efisien dan menarik.

Baca Juga: Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!

Karier yang dibangun dari keterampilan, bukan gelar

Banyak perusahaan kini mulai beralih ke sistem perekrutan berbasis keterampilan. Pendekatan ini menilai seseorang dari apa yang bisa mereka lakukan, bukan dari di mana mereka kuliah.

Tren ini muncul karena semakin banyak perusahaan sadar bahwa terlalu fokus pada gelar justru membuat mereka kehilangan banyak kandidat potensial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X